09/25/2022
Post Visitors:57

FBN – JAMBI || Proyek yang dikerjakan bulan juli lalu yaitu di Terminal truk kota Jambi, tidak terlihat papan merek, proyek tersebut adalah lapisan lantai dengan menggunakan Cor juga pembangunan halaman depan pintu masuk terminal, waktu saat di tanya se orang pekerja, dimana di buat papan merek proyek ini? Kami tidak tau dan kami hanya bekerja katanya.

Akibat jawaban itu, proyek tersebut tidak ditemukan papan merek, kemudian seorang pedagang di terminal truk mengatakan, lantai , lantai balairung itu kan masih bagus belum ada yang retak maupun yang pecah, tetapi sudah di lapis lagi dengan cor, saya pikir itukan pemborosan, kemungkinan itu sengaja di cor untuk meraih ke untungan besar katanya.

Kemudian proyek pembangunan, drainase (saluran parit) di jalan Sunam Drajat Purnama kota Jambi lagi tidak terlihat papan mereknya, tgl 5 september 2020, saat di tanya seorang pekerja proyek hal papan merek, di jawab ada di ujung turunan dekat ruko 12 pintu katanya, kemudian di cek ditempat ruko tersebut tidak ditemukan, kemudian ditanya seorang yang tinggal di ruko itu hal papan merek, dikatakan itu tidak ada disini, kemudian dikatakanya pekerjaan parit inikan dari tahun kemarin, apakah waktu itu kamu melihat papan mereknya? Juga tidak kami lihat katanya.

Kalau tidak di buat papan merek proyek, itu di namakan proyek “Siluman,” soalnya papan merek pekerjaan harus ada sesuai aturan,( keterbukaan publik), akibat papan merek proyek tidak di temukan, maka timbul pertanyaan publik, Anggaranya berapa ? kontraktor siapa yang mengerjakan? Sumber Dana dari mana? Tanggal kalender berapa lama? Kalau tidak di awasi yang berwenang inilah jadinya, untuk itu publik meminta kepada Ispektorat dan BPK supaya di audit.

(Lukman S)

%d blogger menyukai ini: