oleh

Fakta Persidangan Prapid Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Masal Dewan Rohil ‘Membengkak’, FORMASI RIAU Terkejut

FBN # PEKANBARU – Sidang gugatan praperadilan FORMASI RIAU melawan Kapolda Riau dan KPK terkait “mangkraknya pengusutaan dugaan korupsi SPPD fiktif masal dewan Rohil”, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jum’at 30 April 2021 kembali digelar, yang mana sempat tertunda pada sidang sebelumnya tanggal 8 April 2021 lalu. Demikian disampaikan Direktur FORMASI RIAU yang diwakili Dr. Muhammad Nurul Huda, SH.,MH dkk di Pekanbaru-Riau.

Semua termohon pada sidang lanjutan (30/4), yaitu perwakilan Polda Riau dan perwakilan KPK RI hadir di pengadilan. Dari pihak polda yang hadir Kombes Pol. Dr. Endang Usman, SS, MH dkk, sedangkan dari KPK diwakili oleh R. Natalia Kristianto, SH.

Perkara dugaan SPPD fiktif masal dewan Rohil” TA 2017 itu ternyata berdasarkan laporan informasi nomor R/LI-85/VII/RES 3.3.5/2018 ‘membengkak’ dari laporan informasi awalnya, kata Dr. Huda.

Berdasarkan berita di berbagai media, dugaan penyimpangan dalam perkara ini terjadi pada Maret 2017 lalu. Sekretariat Dewan Rohil menerima uang persediaan (UP) sebesar Rp.3 miliar dari sumber berita goriau, temuan dugaan penyimpangan SPPD fiktif senilai Rp.3 miliar dan sudah ada yang mengembalikan sekitar Rp.1,6 Miliar. Namun kami terkejut, ternyata temuan dugaan SPPD fiktifnya bukan Rp.3 miliar, tapi “membengkak” menjadi Rp.9 miliar lebih. Hal ini, berdasarkan jawaban termohon 1 disidang praperadilan pada hari Jumat 30 April 2021, temuan penyimpangan diindikasikan Rp.9 miliar lebih.

“Kita tunggu aja informasi-informasi fakta pada persidang selanjutnya. Sidang akan dilanjutkan lagi pada hari Senin, 3 Mei 2021 nanti dengan agenda replik dari pemohon.” pungkas Dr. Huda.

Kami meminta doa kepada warga Indonesia khususnya warga Riau, semoga sidang ini berjalan lancar sampai putusan. “Ini demi keadilan dan kampanye Anti Korupsi.” tegas Dr. Muhammad Nurul Huda, SH.,MH. (Sur)

Komentar

Fokus Berita Nasional