08/11/2022
Post Visitors:28

KARAWANG – FBN || Maraknya tempat prostitusi di Kecamatan Rengasdengklok penyebab mudahnya penularan HIV hal ini terpantau dengan diadakanya pemeriksaan darah oleh Tim Medis Kesehatan Puskesmas Rengasdengklok sejak pandemi covid 19. Rabu (22/07/2020)

Muncul kegiatan itu sudah tidak lagi dilakukan karena Dinas Kesehatan fokus pada penularan virus corona, padahal virus HIV yang nyata mematikan dan mudah di lacaknya seakan di abaikan. Hal ini terlihat beberapa tempat prostitusi aman tanpa ada pengawasan khusus dan para PSK nya terang terangan menjajakan dirinya di pinggir jalan seperti yang berada di jalan raya Desa Kertasari Kecamatan rengasdengklok semua intansi terkait dalam hal ini baik Pol PP, Dinas Kesehatan maupun aparat penegak hukum seakan membiarkan hal tersebut.

Diduga Kepala Desa Kertasari H. Suhendar dan aparaturnya menutup mata dengan keadaan para PSK saat menjajakan di pinggir jalan, karena sampai saat ini tempat prostitusi di wilayahnya ( pos banjir) semakin ramai baik WTS maupun lelaki hidung belangnya, dikhawatirkan pandemi covid 19 usai malah pengidap HIV meningkat.

Ustad Asep (50) warga Desa Dewisari mengatakan kalau virus corona tidak terlihat nyata tapi telah membuat semua unsur pemerintah sibuk bagaikan sudah gawat sekali hingga diberlakukan PSBB dimana mana ironis sekali Virus HIV yang nyata mematikan dan sudah banyak yang meninggal karenanya malah di abaikan, katanya penularannya berawal dari hubungan bebas seperti yang ada di tempat prostitusi kenapa dibiarkan itu berkembang biak.

“saya sungguh sangat prihatin dengan keadaan ini, apa lagi menjelang malam di sepanjang jalan desa kertasari para wanita itu berdiri sambil mengganggu para pengendara yang melintas”ujarnya.

Apakah aparat desa setempat tidak mengetahui hal tersebut atau memang tahu tapi dibiarkan, kalau semua itu dibiarkan suatu saat kita akan kerjasama dengan majelis taklim akan mendatangi dan menutup tempat itu, tambahnya dengan nada berang.

Camat Rengasdengklok Sri Rejeki saat akan dimintai keterangan terkait maraknya tempat prostitusi di wilayahnya belum bisa dihubungi.

(Topan)

%d blogger menyukai ini: