oleh

Gabungan Jurnalis Merangin Adakan Aksi Atas Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan di SPBU Muaro Bungo

FBN # MERANGIN – Tindak kekerasan terhadap Dua orang Jurnalis yaitu, Yadi merupakan wartawan dari media Jambi One dan Taufik wartawan TV One yang sedang bertugas meliput kegiatan di  lokasi SPBU  Dusun Sungai mengkuang, pada Sabtu ( 29/05/2021) sekira pukul 17:53 wib, di jalan Soekarno Hatta Tepatnya dijalan Lingkar arah Bandara Muaro Bungo menuai protes dan kecaman atas tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas sebagai jurnalis. Aksi damai dilakukan pada hari ini, senin (31/05/2021) sekira puku 10.00 wib.

Dalam peristiwa itu diketahui Yadi merupakan wartawan dari media Jambi One dan Taufik wartawan TV One dalam tugas peliputan kegiatan ilegal pelangsir minyak jenis solar dan premium bersubsidi disebuah SPBU 23.372.13 di Muaro Bungo dikeroyok oleh para pelangsir dan oknum petugas SPBU.

Di Merangin, aksi solidaritas keprihatinan atas kekerasan terhadap dua jurnalis yang sedang meliput dilakukan oleh beberapa organisasi kewartawanan yang ada di wilayah Merangin seperti dari,  Ikatan Wartawan Online (IWO), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Forum Wartawan Merangin (Forwam), Persatuan Wartawan Merangin (PWM), dan dari Forum Peduli Daerah Sendiri (Pedas).

Di awali dengan melakukan orasi didepan gerbang Mapolres Merangin, Dalam orasinya Andy mengatakan, meminta kepada pihak penegak hukum  untuk menindak tegas para pelaku pengeroyokan wartawan dihukum dengan setimpal, karena Kekerasan terhadap jurnalis merupakan tindak pidana yang melanggar setidaknya dua aturan, yakni Pasal 170 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dan Pasal 18 ayat (1) UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik. Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat- beratnya lima tahun enam bulan penjara,,”tegas Andy.

“Apa pun dalihnya, kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan tugasnya adalah tindakan kriminal melawan hukum,”lanjut Andy Ketua PWM Merangin.

Terkait itu, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andi  Purnamawan S.I.K menerima puluhan perwakilan wartawan dari berbagai Media untuk audensi diruang aula Mapolres, guna menampung aspirasi para wartawan, dikatakan Kapolres, ‘Ia akan menyampaikan aspirasi rekan rekan wartawan kepada Kapolres Muaro Bungo untuk mengambil tindakan hukum pengeniayaan terhadap wartawan yang sedang bertugas.

Selain itu, salah satu wartawan  mengatakan, “Kita berharap tindakan kekerasan ini diusut tuntas, agar tindakan premanisme ini tidak terulang lagi terhadap pelaku pers dimanapun berada,”kata Luth Hidayat wartawan Jambi TV  liputan Merangin.

“Dan kita juga minta kepada Pertamina untuk memberikan sanksi terhadap SPBU ini, karena sudah memfasilitasi pelangsir minyak,”ujar Rabu wartawan lainnya.

“Kami mengutuk keras kekerasan yang dialami oleh kedua rekan kami yang sedang menjalankan tugas sebagai jurnalis, apalagi  jurnalis dilindungi Undang-Undang ketika melakukan tugasnya. Kami berharap kepada pihak kepolisian harus tegas dan melakukan penyelidikan secara transparan dengan menggunakan UU Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 18 ayat (1) UU Pers yaitu tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik, ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat-beratnya lima tahun enam bulan penjara,”terang Ketua Forwam  Merangin A Ravik. (PERI)

Komentar

Fokus Berita Nasional