Gabungan TNI-POLRI Melakukan Penertiban dan Pemusnahan Barang Bekas PETI di Gunung Botak

57

KAB. BURU, FOKUS BERITA NASIONAL | Gunung Botak Desa Wamsait Kecamatan Wailata Kabupaten Buru, menjadi target Sejumlah personil gabungan yang turung ke lokasi Gunung Botak guna melakukan penertiban pada sisah serpihan pertambangan ilegal selama dua hari berturut-turut. Selasa (16/06/2019)

Kapolres Pulau Buru AKB. Ricky Purnama Kertapati, menjelaskan kegiatan penertiban ini merupakan bentuk dari pengecekan secara lansung sekaligus pemusnaan sisah serpihan barang bekas dari para penambang ilegal, agar meraka tidak dapat lagi melakukan aktivitas apapun, sambil kita menunggu regulasi yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Pungkasnya.

Personil yang tergabung dalam oprasi penertiban, terdiri dari Mapolres Buru berjumlah 60 orang, TNI Makodim 1506/ Namlea 30 Personil, Sat Brimob Kompi 3 Yon A.30 Orang, Satpol PP 30 Orang dan Masyarakat adat 100 orang.

Sementara itu, Ricky Purnama Kertapati yang didampingi Wakapolres Kompol Backhrye Hehanussa dan Raja Petuanan Kayeli, Fandi Wael menegaskan, penertiban di Gunung Botak sudah dilakukan berulang kali.

“Kita tetap lakukan secara kontinyu dan berkelanjutan. Bukan hanya penertiban, tapi ada upaya penegakan hukum seperti adanya penangkapan terhadap pelaku PETI. Dan beberapa hari yang lalu juga kita sudah menangkap tiga pelaku pengolahan emas di tromol,”tanggap Ricky.

Ia menyebutkan ketiga pelaku PETI asal Ternate itu bukan ditangkap langsung di GB. ‘Tapi mereka mengambil materialnya dari GB, Kemudian diolah di salah satu desa di seputaran GB,”papar Ricky.

Ricky menambahkan, tiga yang ditangkap terakhir ini dikenakan UU Pertambangan, termasuk di dalamnya pelanggaran penggunaan Merkuri. Ketiganya diancam hukuman di atas empat tahun penjara.

Dalam soal rangka penegakan hukum, lanjut Ricky sejak dari bulan Nopember tahun lalu, penambang ilegal yang ditangkap sudah sekitar 20-an orang lebih.

Selain penertiban dan pembersihan, sebelumnya telah dilakukan juga penanaman pohon dilakukan oleh Kapolda didampingi tokoh masyarakat serta forkopimda.

“Besar harapan kita kegiatan hari ini dan esok bukan hanya penertiban saja tapi juga pembersihan guna ditunjukan kepada pemerintah dan masyarakat luas, bahwa polri bersama TNI dan elemen masyarakat adat sudah bersama sama berkomitmen untuk menghilangkan aktifitas PETI,”papar Ricky.

“Tentunya dengan harapan penataan terhadap Gunung Botak ini dapat dilakukan dengan baik dan benar. Maupun secepatnya ada regulasi dari pemerintah soal penanganan Gunung Botak,” tambah Ricky.

Mengakhiri keterangannya, Ricky juga menegaskan, kalau pengamanan di GB tidak ada batas waktu. Selama belum turun regulasi dari pemerintah, maka tidak boleh ada aktifitas PETI.

Reporter: Sofyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini