Gara Gara Door Prize, Ketua Panwascam Kedung Waringin Tantang Wartawan Suru Lapor ke MK

59

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL.COM | Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kedungwaringin, Ahmad Jazuly menantang pihak yang ingin melaporkan dirinya terkait gelaran Deklarasi Relawan Gerakan Indonesia Kita (GITA) untuk kemenangan salah satu Capres yang dibanjiri berbagai door prize yang berlangsung di Lapangan Bola Kampung Cebong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu 31 Maret 2019 lalu.

Ahmad Jazuly pun menuding melalui pesan Whatsapp ketika dimintai tanggapannya oleh beberapa awak media dengan melontarkan kata “Media Acak Kadut”. Bahkan Ahmad Jajuly menantang selaku Ketua Panwascam Kedungwaringin untuk melaporkan dirinya jika perlu sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK) sekalipun.

Menanggapi hal itu, Ketua Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Morris Taosisi Giawa, menyesalkan tudingan yang dilontarkan Ketua Panwascam Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Ahmad Jajuly yang menanggapi awak media dengan kata “Media Acak Kadut”. Artinya, sebagai Ketua Panwascam Ahmad Jajuly paham tentang tugas media.

“Kalau ngak siap jadi Ketua Panwascam sebaiknya jangan jadi. Apa susahnya tinggal menjawab pertanyaan awak media. Kalau ngak bersedia ya cukup jawab no comen ngak ada masalah itu haknya, tapi jangan dong media dilecehkan itu sudah tugas mereka,” tegasnya kepada Fokus Berita Nasional. Jumat (5/4/2019).

Ingat sambung Morris, media hanya memenuhi informasi untuk masyarakat terlebih lagi jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Apapun perkembangan yang ada tentunya menjadi sebuah berita terlebih lagi ada sumber yang menanggapi. Dan bagi yang berkaitan dengan kabar itu, tinggal menerangkan atau menanggapinya agar dapat memenuhi hak informasi yang akurat dan jelas bagi masyarakat.

“Bawaslu Kota Padang sendiri menghentikan kegiatan dukung mendukung Capres yang dilakukan Relawan Pengusaha Muda Nasional pada Minggu 27 Maret 2019 lalu, karena dibanjiri berbagai door prize kepada peserta, karena dinilai menyalahi PKPU Nomor 4 Tahun 2017 khususnya Pasal 49,” katanya.

Nah…lanjut Morris, kalau dalam kegiatan Relawan Gerakan Indonesia Kita (GITA) yang berlangsung di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang juga dibanjiri berbagai door prize kepada peserta itu dianggap tidak bermasalah atau tidak melanggar aturan PKPU ya dijelaskan agar masyarakat tidak bingung dan menjadi paham.

“Inikan salah satu tugas media, karena sudah ada yang menghentikan kegiatan seperti itu. Jadi wajar jika masyarakat atau awak media yang mempertanyakan kegiatan yang sama di Kabupaten Bekasi oleh Relawan GITA. Kalau dianggap beda atau tidak melanggar ya jelaskan dong sebagai Ketua Panwascam, bukan melecehkan,” katanya.

Morris pun mengingatkan, sebaiknya dalam merekrut petugas untuk menghadapi Pemilu khususnya diposisi setrategis diwilayah tempati atau pilih orang-orang yang paham dan mengerti tidak cukup dengan ilmu, tapi juga memiliki kesantunan dalam berintraksi dibawah, sehingga tidak menimbulkan polemik dan hajat pesta demokrasi 5 tahunan kita dapat berjalan lancar dan kondusif.

“Kalau asal memilih dan menenpati orang diwilayah dan ngak paham buntutnya akan menimbulkan masalah. Apa susahnya menjawab ngak jawab juga ngak apa apa asal jangan, lecehkan dunia profesi kami ngak baik. Bagi media yang merasa dilecehkan terkait sikap Panwascam Kedungwaringin laporkan aja ke polisi ngak perlu sampai MK,” pungkasnya. (Red-FBN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini