oleh

Genap di Usia 6 Tahun, Lembaga KPK Miliki 32 Perwakilan Provinsi “Ini Penjelasan M. Firdaus Oiwobo.SH”

FBN # TANGGERANG – Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi L-KPK, pada 18 bulan Mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun, terhitung dari masa dikeluarkannya ijin oleh Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia. Walau sesungguhnya Lembaga KPK telah terbentuk sejak tahun 2013 di saat era kepemimpinan Abraham Samad di Komisi Pemberantas Korupsi, inisiasi pembentukan Lembaga KPK di dasari oleh pemikiran seorang tokoh aktifis 98 yang bernama M. Firdaus Oiwobo SH.

Firdaus sejak duduk dibangku kuliah tahun 1996 dikenal sebagai tokoh penggerak massa di Jakarta, sepak terjangnya tidak diragukan lagi di dunia organisasi. banyak organisasi besar yang ikut di besarkannya seperti Laskar Merah Putih (LMP), Komando Pejuang Merah Putih (KPMP,  Forpek Nusantara, Pendekar Banten (TTTKKDH) dan lain lain.

Bahkan sampai saat ini Firdaus masih memimpin di beberapa organisasi besar indonesia diantaranya Organisasi Artis, Organisasi Satgas Anti Narkoba Nasional (SANN) dan Lembaga KPK.

Debut gerakan Firdaus yang biasa di sebut Pengacara Cowboy ini sangat mengerikan, dimanapun organisasi yang di pimpinnya pasti besar dan sukses. Baru baru ini Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi mengadakan syukuran atas ultahnya yang ke 6 tahun dan Lembaga KPK berencana akan memproduksi seragam lorengnya secara besar besaran.

Lembaga KPK yang telah sukses mempunyai perwakilan di 32 Provinsi ini, terhitung mempunyai anggota berjumlah puluhan ribu dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Aktifis, mantan TNI dan Polri bahkan mantan GAM Aceh bergabung di Lembaga KPK untuk ikut mengawasi Anggaran yang di gelontorkan oleh Pemerintah, baik dari APBN, APBD dan Kebijakan Publik, diseluruh pelosok tanah air.

Harapan Firdaus saat di wawancara oleh wartawan hari Sabtu (21/5/21) di Tanggerang Selatan, semoga kehadiran L-KPK di Negeri ini, dapat mengurangi Tindakan para pejabat kotor yang mengkorupsi uang rakyat. “kita doakan saja semoga masyarakat sadar akan bahaya korupsi,” karena dengan adanya koruptor dapat menghancurkan sendi perekonomian bangsa, jika ekonomi bangsa hancur, maka akan muncul segala bentuk tindak kejahatan baru seperti Premanisme dan Terorisme,” ujar Firdaus. (R3d)

Komentar

Fokus Berita Nasional