Gilee ……., Sekel Kertasari Kabupaten Bekasi, Diduga Pungli Pengurusan Akta Tanah Warga

56

FOKUS BERITA NASIONAL | KABUPATEN BEKASI – Setelah terjadi beberapa kasus Pungutan Liar (PUNGLI) dalam proses pengurusan Akta Jual Beli (AJB), yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) diberbagai daerah, hingga tidak sedikit oknum tersebut harus berurusan dengan hukum.

Kasus dugaan Pungli kepengurusan balik nama Akta Jual Beli (AJB) tersebut, salah satunya terjadi di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Oleh salah satu oknum Sekretaris Kelurahan Kertasari Carya. Oknum Sekel tersebut dengan terang-terangan menerima uang sebesar Rp 11 juta. dari warga Kelurahan Kertasari atas nama Karmi untuk biaya pengurusan balik nama AJB, biaya PPh dan BPHTB.

Hal itu dibuktikan dengan kwitansi bermaterai 6000 yang ditanda tangani oleh oknum Sekel Kelurahan Kertasari dengan jumlah uang sebesar Rp.11 juta pada tanggal (04/O3/2018) yang saat ini nampaknya sudah mulai terendus pihak penegak hukum.

Diakui Carya, bahwa penandatangan di kwitansi atas nama Karmi sebesar Rp11 juta benar adanya, bahwa dirinya yang menandatangani di kwitansi, saat itu untuk biaya mengurus balik nama dua AJB. “Saat itu Karmi ini datang kerumah saya dengan menyerahkan uang untuk pembuatan balik nama sebanyak dua AJB, ya saya buatkanlah kwitansi itu, agar tidak ada dusta di anatara kita,” jelasnya polos kepada Fokus Berita Nasional.com, dikantornya pekan lalu.

Total biaya Rp.11 juta yang tertulis di kwitansi, termasuk untuk biaya PPh dan BPHTB. Setelah dilakukan penulusuran, ternyata masih terhutang, alias tidak di bayarkan. “Bukti print out terhitung pada tanggal proses (16/11/2018), total tagihan PBB yang harus di bayar : Pokok : Rp. 740.500, Denda : Rp. 310.080 Total : Rp. 1.050.580, biaya PPN dan BPHTB belum di bayar, alias masih terhutang sebesar Rp.1,3 juta,” kata salah satu staf kantor BPHTB.

Sementara itu, Yuyun Wahyudi Kurniawan Lurah Kertasari saat diminta tanggapannya melalui ponselnya, terkait adanya dugaan Pungli yang dilakukan stafnya mengatakan, terkait dengan adanya informasiz itu dirinya belum mengetahui lebih jelas. “Informasi itu saya belum mengetahui yang sebenarnya, nanti akan saya panggil staf saya, agar lebih jelas,” tegasnya.( Budi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini