08/11/2022
Post Visitors:25

KARAWANG – FBN | Dalam membuat lingkungan yang lebih baik, warga di Desa Payungsari bergotong royong dalam membantu membangun pendirian sebuah pondok pesantren. Di Rt 01/05 dusun pedes II Desa Payungsari. (15/07/20).

Berawal seperti hal nya tempat pengajian biasa seperti majelis ta’lim dalam mengajarkan membaca Al Qur’an dirumahnya di Rt 01/05 dusun pedes II desa payungsari. Ahmad Fauzi (42) selaku Ustadz yang mengajarkan kegiatan agama kepada para muridnya yg berjumlah 30 orang, Begitu menarik minat masyarakat setempat hingga jumlah murid yang di ajarkannya semakin bertambah menjadi dua kali lipat.

Dalam perhatian masyarakat, hal itu membuat masyarakat setempat berinisiatif bagaimana bersama sama membangun sebuah pondok pesantren. Bergotong royong dalam mendorong dan menciptakan lingkungan yang lebih baik lagi di Desa Payungsari.

“Tempat kegiatan mengaji yang awalnya hanya dirumah, Alhamdulillah kini dari donatur tetap ada yang menyediakan sebidang tanah untuk dibangunnya pondok pesantren”, Kata Ahmad Fauzi selaku Ustadz yang mengajarkan kegiatan agama tersebut.

Selain membuat hidup yang religius dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara, begitupun bagaimana membuat generasi berikutnya menjadi generasi lebih baik. Ahmad Fauzi sempat memberikan informasi tentang program selanjutnya jika pondok pesantren tersebut telah selesai dibangun.

“Insya Allah kita akan gabung salaf dan modern, dari salafnya kita akan terapkan kitab kuning seperti pesantren lainnya. Modern nya kita akan usahakan santri bisa berbahasa arab dan inggris dalam keseharian. Dengan harapan Ketika mereka nantinya punya kesempatan untuk melanjutkan studi keluar negeri, mereka sudah mempunyai bekal yang memadai dan kemampuan dalam berbahasa.

Setiap bada magrib program kita tahsinul qur’an, khusus untuk bagaimana membuat para santri lebih baik dalam bacaan qur’an. Setelah isya pelajaran ilmu Nahwu, bagaimana membuat bahasa arab itu bukan hanya teori tapi ptaktek berbahasa arab yang baik seperti apa supaya bisa digunakan. Bada shubuh belajar ilmu Shorof dan bahasa Inggris. Setiap bada Dzuhur belajar ilmu fikih, setelah Ashar ada pelajaran tauhid dan praktek ibadah. Secara periodik kita akan kaji ulang, dan kita punya target sekian bulan mereka sudah bisa apa. Lebih terarah dan terprogram, diharapkan mereka menjadi generasi generasi yang baik dan berkualitas”.

Dari respon yang begitu positif dari warga setempat, Ahmad Fauzi sempat bercerita kepada fokusberitanasional.net bagaimana awalnya hanya mempunyai uang enam ratus ribu rupiah.

“Alhamdulillah… Sampai hari ini banyak yang tidak disangka sangka, karena awal kita mau mendirikan pondok ini kita hanya mempunyai uang enam ratus ribu. Dengan enam ratus ribu ada yang mengirim batu kali, pasir, semen sampai hari ini Alhamdulillah… Dan untuk hal itu saya tidak memenej karena ada tim panitia pembangunan, setiap ada donatur langsung saya arahkan kepada tim panitia pembangunan”.

Dalam kegiatan pembangunan pondok pesantren tersebut, FBN sempat menyambangi salah satu Panitia Pembangunan di tengah aktivitasnya saat berada di lokasi pembangunan. Iwan Keling selaku panitia pembangunan mengatakan “Ini adalah swadaya, ada juga donatur yang sengaja kami rangkul. Dari warga sekitar, dari rekan rekan panitia pembangunan juga banyak yang memberi, baik itu dana, tenaga maupun ide. Yang terlibat disini murni hasil gotong royong, belum ada campur tangan pemerintah. Dan kalo untuk lahan Alhamdulillah hibah dari Bapak Hj. Aep Saepudin pemilik klinik Yafi Medika. Alhamdulillah beliau sudi menghibahkan tanah yang menurut kami sudah wah dan lebih dari cukup”, Ucap Iwan Keling selaku Panitia Pembangunan saat berbicara kepada fokusberitanasional.net

Terlepas dari itu, ILyas selaku anggota BPD Payungsari kecamatan pedes, begitu melihat pembangunan Pesantren itu dengan tanggapan yang sangat positif sebagaimana pernyataan nya kepada FBN saat ditemui. “Kalau untuk sementara ini kami dari BPD sendiri melihat pembangunan pondok pesantren ini belum ada sentuhan dari instansi terkait, baik instansi pemerintah daerah atau pemerintah pusat.

Memang ini dari swadaya, kami merespon sangat positif sekali di desa kami sedang membangun pondok pesantren namanya pondok pesantren Ass’adah, Dan ini di bentuk oleh swadaya masyarakat. Alhamdulillah dan mudah mudahan kedepannya pondok pesantren ini dijadikan sarana ibadah dan membangun akhlak yang lebih baik lagi kedepan”. Pungkasnya kepada fokusberitaanasional.net.

(Ahmad)

%d blogger menyukai ini: