oleh

H Marwan ; Sholat Idul Fitri 1442-H Boleh Dilaksanakan di Masjid dan di Lapangan, Dengan Mengikuti Prokes Covid-19 Secara Ketat

FBN # Merangin – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Merangin H Marwan Hasan menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Merangin untuk tidak melakukan takbir keliling disaat malam hari raya idul Fitri 1442 H/ 2021 M.

Hal tersebut dikatakan H Marwan saat di bincangi awak media ini di ruang kerjanya pada Jumat   (07/05/2021).

“Hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M masih dalam suasana pandemi Covid-19, oleh karena itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid. Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid,”terang H Marwan.

“Adapun dalam panduan tersebut di antaranya, pada malam takbiran pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan musalla, dan dilaksanakan secara terbatas, maksimal 10% dari kapasitas masjid dan musalla, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, dan meniadakan takbir keliling guna mengantisipasi keramaian membantu negara dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk sholat  Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M nanti, dapat diadakan di Masjid dan Lapangan, dan kepada warga masyarakat wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan diantaranya sebagai berikut;

Jemaah Shalat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah, Panitia Salat Idul Fitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir, bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan, seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah Idul Fitri di masjid dan lapangan.

Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit, Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah, Seusai pelaksanaan salat Idul Fitri jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik, panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Idul Fitri sebelum menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan COVID dijalankan dengan baik, aman dan terkendali. 

“Silaturahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal Bihalai di lingkungan kantor atau komunitas,

“Saya Kepala Kemenag Kabupaten Merangin mengajak masyarakat, dalam pelaksanaan takbiran dan Shalat idil fitri dapat mengikuti aturan yang telah diatur dalam SE Menag no 07 tahun 2021 ini, antara lain menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan sebelum masuk ke masjid,  memakai masker dan menjaga jarak, guna memutus mata rantai covid-19,”Pungkas H Marwan. ( PERI )

Komentar

Fokus Berita Nasional