11/30/2022
Post Visitors:84

FBN – Lampung Timur || Petani singkong (ubi kayu) di Lampung timur kembali terpukul, lantaran harganya anjlok beberapa pekan terakhir. Sebagai bahan baku pangan di Lampung, khusus nya lampung timur (lamtim).pihak pabrik hanya membeli komoditas petani tersebut kisaran Rp.800 hingga Rp.850 per kg, padahal normalnya Rp.1200hingga Rp. 1300 per kilo gram

Petani mempertanyakan harga singkong yang dibeli pabrik sangat mengecewakan petani. Pabrik beli singkong kami terlalu murah, kami tidak dapat untung lagi untuk menghidupi keluarga. Maju mundurnya otonomi daerah kabupaten Lampung timur (lamtim) itu juga bergantung pada normal nya harga singkong. Lagi pula pabrik seenaknya menurunkan harga, sedangkan petani tidak bisa berbuat banyak, miris nya lagi , rata- rata warga daerah kabupaten Lampung timur (lamtim) ini kebanyakan adalah petani singkong ” Ujar Subandrio, saat di wawancari Arman jurnalis media fokus berita nasional kamis dini hari tadi(19/11/20)

Di harapkan pemerintah daerah kabupaten Lampung timur (lamtim) untuk bisa mencari tahu sebab terjadi penurunan harga singkong. Padahal produksi singkong petani saat ini yang sedang meningkat.

Banyak petani kita yang saat ini jatuh nasib nya lantaran harga yang begitu anjlok, jangankan mereka mau mendapatkan untung malah rugi yang mereka dapat, bisa kita bayangkan nasib kelurga petani singkong, anak istri yang harus mereka penuhi kebutuhan nya kini bertahan dalam keadaan yang sulit karena mereka menggantungkan nya pada hasil panen yang mereka tunggu,

Masyrakat meminta Pemerintah Daerah kabupaten Lampung timur untuk bisa memberikan perhatian yang intensif terhadap masalah ini, supaya petani singkong di kabupaten Lampung timur(lamtim) ini tidak kembali di gantungkan lagi nasib nya.

(Arman)

%d blogger menyukai ini: