09/27/2022
Post Visitors:33
Mayat tersebut awalnya ditemukan oleh Boni (30) pekerjaan sebagai petani, beralamat di Dusun Kenalip Kelurahan Pamenang, kecamatan Pamenang,
yang saat itu hendak memanen sawit dikebun milik Parjo (Alm) pada Senin (22/03/2021) sekira pukul 06.30 Wib,”

FBN – Merangin || Sesosok mayat perempuan yang sudah menjadi kerangka, ditemukan di area perkebunan kelapa sawit milik alm Parjo di Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin jambi.

Kapolsek Pamenang Iptu Fatkur Rohman SH.MH kepada awak media mengatakan, Mayat tersebut awalnya ditemukan oleh Boni (30) pekerjaan sebagai petani, beralamat di Dusun Kenalip Kelurahan Pamenang, kecamatan Pamenang,
yang saat itu hendak memanen sawit dikebun milik Parjo (Alm) pada Senin (22/03/2021) sekira pukul 06.30 Wib,”ujar Kapolsek.

Dilanjut Kapolsek, “Ketika sampai di kebun sawit Boni melihat sehelai kain di dalam sumur yang berada di area kebun sawit tersebut, dikarekan merasa penasaran, maka Boni memeriksa kain tersebut, dan ternyata ada tulang di dalam kain tersebut, lalu Boni memberitahukan hal tersebut kepada warga Desa Pauh menang,”terang Iptu Fatkur.

“Selanjutnya, salah satu warga memberi tahu kepada pihak keluarga korban atas nama Reno yang pernah kehilangan salah satu anggota keluarganya, dan kemudian Reno mengecek kebenaran yang dikatakan Boni, setelah tiba di lokasi tersebut, Reno membenarkan bahwa kain yang terlihat di dalam sumur dan sendal tersebut adalah memang milik Mbah nya Sukarni (80) yang
hilang pada bulan Oktober 2020, Lalu pihak keluarga menghubungi anggota Polsek dan kemudian Personil Polsek mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan  melakukan evakuasi kerangka mayat tersebut,”lanjutnya.

Kronologis nya, Pada jumat tanggal 02 oktober 2020 sekira pukul 17.00 wib saat itu Korban sedang berada dirumah anaknya yang bernama Joko di Rt. 05 Desa Pauh Menang, sekira Pukul 17.00 Wib korban hendak pulang ke rumah nya di Rt. 12 Desa Pauh Menang, korban pulang sendirian dengan berjalan Kaki akan tetapi hingga Pukul 18.30 Wib korban tidak juga sampai dirumahnya, lalu pihak keluarga yaitu anaknya yang bernama Supiyo mencari kerumah Joko, namun Joko menerangkan bahwa Ibunya sekira Pukul 17.00 wib sudah pulang, mendengarkan keterangan Joko, kemudian pihak keluarga bersama warga lainnya pergi mencari Korban yang memang telah diketahui oleh keluarga bahwa korban memang sudah mengalami Pikun, difaktorkan Umur.

Dikarenakan sudah 3 hari dilakukan pencarian oleh warga bersama sama apat desa bhabin kamtibmas dan bhabinsa selama satu minggu dan tidak juga di temukan ahirnya berdasarkan kesepakatan keluarga dan aparat akhirnya pencarian dihentikan. (PERI).

%d blogger menyukai ini: