12/03/2022
Post Visitors:68

FBN – Gunungsitoli || Kasus seorang ibu rumah tangga yang tega menghabisi nyawa ke tiga anak kandungnya sendiri, yang terjadi pada rabu tanggal 9 Desember 2020 lalu, kini sang ibu juga menyusul ke tiga buah hatinya tersebut. Marlina Tafona’o (MT) alias Ina Fina meninggal di RSUD Gunungsitoli (13/12/2020) tadi pagi.

Tersangka MT di tahan di RTP Polres Nias
tanggal 10 Desember 2020, atas pelapor Nofedi Lahagu alias Ama Fina suami tersangka. Dalam perkara dugaan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

MT diamankan oleh Penyidik Satreskrim Polres Nias dari TKP di Dusun II Desa Banua Sibohou Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara. Kemudian tersangka MT dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk dirawat atas luka pada bagian leher yang dilakukannya sendiri yang berniat hendak bunuh diri.

Menurut Bithumas Polres Nias Aiptu Yadsen F Hulu, mengatakan pada hari kamis tanggal 10 Desember 2020, sekitar pukul 00.30 Wib,
Tim penyidik Satreskrim Polres Nias telah mengamankan tersangka MT dari TKP di Dusun II Desa Banua Sibohou Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara, dan menjadi tahanan Polres Nias.

Lalu tersangka (MT) langsung dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk dirawat atas luka pada bagian leher yang dilakukannya sendiri (niat bunuh diri). Setelah mendapatkan perawatan medis, tersangka kemudian dibawa ke Unit PPA Satreskrim Polres Nias guna dimintai keterangan.

Pada hari Jumat tanggal 11 Desember 2020, sekitar pukul 21.00 wib, tersangka (MT) di bawa ke RSU Bethesda Gunungsitoli karena mengeluh rasa sakit di perut dan dirawat jalan.

Dan pada hari minggu tanggal 13 Desember 2020, sekitar pukul 00.30 wib dini hari, tersangka (MT) dibawa kembali ke RSUD Gunungsitoli karena mengeluh sakit di perut dan muntah-muntah dan disarankan oleh dokter jaga untuk diopname, kemudian tersangka (MT) menjalani perawatan dan opname di RSUD Gunungsitoli.

Setelah beberapa jam menjalani perawatan nyawa tersangka tak tertolong sekitar pukul 06.10 wib, tersangka (MT) dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunungsitoli telah meninggal dunia.

Sebelumnya tersangka diketahui ada niat untuk bunuh diri sesaat setelah peristiwa pembunuhan yg dilakukannya terhadap 3 anak kandungnya sendiri, dengan cara menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan parang namun niatnya tersebut tidak jadi karena dihalangi oleh suaminya Nofedi Lahagu alias Ama Fina dan hanya mengalami luka pada bagian leher depan.

Tersangka meninggal dunia karna tidak mau makan, setiap makan maupun minum, tersangka mengalami muntah-muntah.

(M. Harefa)

%d blogger menyukai ini: