Ini Dugaan Penyebab Jembatan Gantung Sokan Roboh

78

Kab,Melawi.FBN.Net

Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) kegiatan pembangunan jembatan gantung Desa Sepakat-Dusun Kedakal Kecamatan Sokan , Dinas PUPR Kabupaten Melawi, Muhammad Virja mengungkapkan bahwa pihaknya langsung turun kelapangan pada saat hari pertama kejadian robohnya jembatan gantung tersebut.

“Ketika mendapat kabar, robohnya jembatan gantung Sokan, Saya langsung diperintahkan oleh Kepala Dinas PUPR untuk mengecek langsung kelapangan,” ucap Virja ketika dikonfirmasi media ini selasa (14/1/2020).

Pengecekan lokasi kejadian juga didampingi langsung oleh pihak Kepolisian dari Polres Melawi.

“Untuk penyelidikan, memang sempat dilakukan pemasangan garis polisi di lokasi robohnya jembatan gantung Sokan,” bebernya.

Iapun membeberkan kepada media fokus berita nasional.net bahwa analisis penyebab robohnya jembatan berdasarkan hasil pemantauan lapangan pihak Dinas PUPR, didampingi kepolisian pada tanggal 4 Januari 2020.

Dan pada tanggal 5 januari bersama pihak Kejaksaan Negeri Sintang.

“Ditemukan Lobang baut pada pertemuan kep dan gelegar pilon, lebih besar dari batang baut,” bebernya.

Terbukti, pada saat roboh , lanjutnya kepada awak media Suara Kalbar, bahwa gelegar pilon tidak pecah. Dan posisi baut ada berada didalam sambungan tiang pilon dan gelegar.

” pada saat kami melakukan cek rutin pelaksanaan, tidak kelihatan. Karena gelegar dan tiang pilon sudah terpasang dilokasi,” ujarnya.

Virja mengungkapkan pada saat jembatan tersebut selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana sekitar bulan November 2019, dari Dinas PUPR sudah melakukan pemeriksaan ulang kembali sebelum pencairan dana kegiatan.

“Secara teknis pada saat kami melakukan pemeriksaan, tidak ada persoalan . Adapun sedikit goyangan pada badan jembatan, dikarenakan faktor kabel horizontal belum terlalu pas,” katanya.

Namun, setelah itu dilakukan penyetelan ulang terhadap kabel horizontal tersebut. kemudian dicek kembali dengan uji coba dilewati oleh pejalan kaki dan pengendara bermotor.

“Hasilnya sudah tidak terdapat lagi goyangan, usai dilakukan penyetelan kabel horizontal,” ujarnya.

Setelah itu jembatan tersebut sudah digunakan oleh masyarakat setempat sampai kejadian robohnya Jembatan.

“Jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak pelaksana kegiatan,” pungkasnya.

( Didik Purnomo )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini