Ironis TPU Dijual Akan Dijadikan Lahan Perusahaan

53

SUMSEL – FBN | Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Saung Naga, Kec.Baturaja Barat Oku diduga akan dijadikan lahan perusahaan PT. Semen Baturaja ( PT.SB) ,warga yang mengetahui hal tersebut merasa sedih dan resah dengan penggusuran TPU.

Hal itu diungkapan beberapa warga Desa Saung Naga kepada fokusberitanasional.com ,Keresahan ini terjadi setelah PT.SB mengukur lahan TPU Desa Saung Naga yang akan dijadikan aset PTSB untuk lahan perusahaan.

Mendapat informasi tersebut Wartawan FBN melakukan perkembangan informasi guna untuk menggali kebenaran atas keresahan warga tersebut, Saat di konfirmasi Iswadi selaku pihak PT.SB yang bertugas mengukur lahan TPU memaparkan” benar lahan TPU Desa Saung Naga bertempat di dusun 1 Desa Laya kec Baturaja Barat Oku termasuk lahan perusahaan PT.SB.”Kamis(12/12/19).

Iswadi juga mengatakan “pada tahun 2018, PT.SB membeli lahan seluas 3600,39 M2, di dusun 1 Desa Laya kec. Baturaja Barat Oku Sumsel, kepada warga Desa.Saung Naga Kec.Baturaja Barat Oku kepada seseorang yang Berinisial La.

Dengan jumlah harga tidak kurang dari Rp. 70.000.000 (Tujuh Puluh Juta Rupiah) sudah dibayar,Lanjutnya Iswadi, setelah pengukuran lahan tersebut kurang lebih kurun waktu sudah satu tahun pada Desember 2019, ternyata lahan telah dipagar oleh pengurus TPU. pengukuran pun ditunda karena pengurus TPU menyanggah tidak diperbolehkan PT.SB mengukur lahan TPU.

“Pengukuran kami tunda untuk sementara dan akan dilanjutkan setelah ada keputusan dari penjual”Ungkapnya Iswadi.

Iswadi juga menambahkan bahwa La sebagai penjual tetap bertahan untuk ambil lahan TPU, dengan dasar kekuatan saksi -saksi yang akan dipersiapkan nantinya oleh penjual, tetapi jika terbukti lahan TPU tersebut milik orang lain, tentunya PT.SB minta kembalikan uang yang sudah diterima La sebagai penjual.

Diketahui pada awal Desember 2019, ketika Iswadi petugas ukur PT.SB mengukur lahan TPU Desa Saung Naga di Desa.Laya pengukuran dipending,karena ditolak oleh pengurus TPU, sampai kini masih belum selesai permasalahan tersebut,Jelasnya Sal selaku pengurus TPU kepada FBN.

Sal juga menerangkan awal berdirinya lahan TPU yang didapat hibah dari beberapa orang yang beramal Sholeh pada tahun 1996 silam, Dan itu sudah Syahkan oleh pemerintah setempat untuk lahan TPU Desa Saung Naga, lahan yang terletak di Desa tetangga, Desa.Laya Kec.Baturaja Barat Oku.

Selanjutnya Sal juga membuka lembar dokumen pihak lain yakni kekuatan hukum penyerobot lahan TPU Desa Saung Naga yang telah di lakukan oleh La, Menurut Sal dengan berbekal SKT tahun 2018 yang di tanda tangani kepala desa Laya, Samsul Hazairin dan diketahui camat Barat, Heriyamin, S.Ag.SP. M.Si. tutur Sal.

Menanggapi hal tersebut, fokusberitanasional.com mencari kembali informasi kepada Kepala Desa Laya,Samsul Hazairin melalui Via Handphon, Kades Mengatakan bahwa dirinya belum ngetahui untuk permasalahan itu.

” saya belum mengetahui masalah itu” Ucapnya Kades Samsul. Selasa (10/12/19).

Begitu juga Camat Baturaja Barat, Heryamin.S.Ag.SP.M.Si, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (12/12/2019), sedang tidak berada ditempat, dengan Keterangan sedang menghadiri acara di Pemkab Oku.

Setelah dikonfirmasi melalui via telepon mengenai sengketa lahan TPU Desa Saung Naga yang bersengketa dengan PT.SB, Heryamin belum mengetahuinya.

“saya belum mengetahui dan untuk kepemilikan warga Desa Saung naga dengan inisial La, benar telah diterbitkan atas nama yang bersangkutan,SKT tahun 2018.Lanjutmya Camat ” saya ingat itu ada tapi sepengetahuan saya itu bukan lahan TPU mengapa PT.SB mengukur di dalam lahan TPU” Jelasnya, Camat Heryamin juga menyampaikan maafnya karena belum bisa bertemu karena sedang menghadiri acara di pemkab Oku.

Reporter : (Edy Faherul Kori)