oleh

Jeritan “Hati” Para Ketua P3A yang Mendapatkan Proyek Pembangunan Irigasi dari P-3 TGAI Kementerian PUPR

FBN # LAMPUNG TIMUR – Dengan dana yang boleh dikatakan “MINIM” atau pas pasan. Banyak para ketua P3A ( perkumpulan petani pemakai air ) mengeluh, dengan proyek bantuan swakelola yang didapat kementrian PUPR. adapun bantuan dari kementrian tersebut dikucurkan melalui P-3 TGAI ( program percepatan pengairan tata guna air irigasi). yang langsung di bawah pengawasan Balai Besar. Senin (14/6/21).

Adapun dana tersebut kegunaannya untuk pembangunan perbaikan saluran irigasi berupa beton cor lempengan yang disebut BETON PRECAST. Dengan kucuran dana berkisar kurang dari RP 200.000.000,-.

Dengan dana tersebut para ketua perkumpulan petani pemakai air. mencetak pembuatan beton precast. adapun untuk ukuran cetak beton percast tersebut disetiap P3A tidaklah sama, itu tergantung dari besar kecilnya saluran irigasi yang akan dibangun, begitu juga untuk panjangnya irigasi yang akan di bangun juga tidaklah sama.

setelah melalui pencetakan lalu beton precast tersebut di bawa kesaluran irigasi untuk dilakukan pemasangan.”NAH” disinilah mulai banyak timbul permasalahan. mulai dari medan yang sulit dari tempat pencetakan ke saluran irigasi. sehingga menimbulkan pembengkakan biaya angkutan yang tidak sedikit karna medan yang sulit.untuk mencapai saluran irigasi.

Belum lagi resiko yang lebih besar lagi yang dialami.yaitu dengan banyak beton precast yang “PATAH”. akibat sulitnya medan yang dilalui.semakin sulit medan yang dilalui semakin besar resiko beton precast banyak yang patah. baik karna goncang atau pun jalan yang licin. kalau hal seperti yang sudah terjadi, untuk mengganti beton precast yang patah dan biaya angkutan kembali dana dari mana lagi. Sungguh miris.

Sehingga banyak beton precast yang patah ikut dipasangkan karna minimmya anggaran untuk mencetak kembali.

Inilah Fakta yang dikeluhkan oleh para ketua P3A yang mendapat proyek pembangunan irigasi ini kepada kami penulis. Dan juga penulis sendiri melihat fakta dilapangan. Karna penulis sendiri selaku jurnalis sering meliput kegiatan proyek ini.

Kesimpulannya banyak dari kita yang sering menyudutkan ketua P3A. seolah olah dengan adanya proyek ini. Mereka para ketua P3A berkesempatan mencari keuntungan pribadi. Karna melihat pekerjaan mereka yang kurang maksimal. atau terkesan tidak rapi. padahal mereka para ketua P3A sudah berupaya maksimal untuk memperoleh hasil terbaik dalam melaksanakan kegiatan proyek ini demi kemajuan dan kemakmuran desa mereka . sungguh sangat miris sekali. ( SYAMSUL )

Komentar

Fokus Berita Nasional