Jual Beli Suara Caleg 2019 Di Karawang Dengan Cara Gunakan Kode Agen Beras

55

KARAWANG, JAWA BARAT | Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Perindo, EK Budi Santoso, kerap disapa Kusnaya, ungkap praktek jual beli suara Caleg yang melibatkan penyelenggara Pemilu di Daerah Pemilihan VII Jabar yang meliputi Karawang, Bekasi dan Purwakarta.

Kusnaya juga mengungkap adanya kode khusus yang digunakan oleh para pelaku dalam melakukan transaksi haram tersebut. Dia mengatakan bila dalam setiap rincian pengeluaran uang untuk jual beli suara menggunakan kode pedagang beras.

“Kode dengan pola dan cara sistem dagang beras dilakukan untuk mengelabui, sehingga mengunakan simbol cara jual beli beras” ungkap Engkus Kusnaya kepada Fokus Berita Nasional.com, Sabtu (15/6).

Kusnaya menyebutkan, kode untuk Ketua PPK adalah “Agen Beras”, suara yang didistribusikan disebut “Beras”. Tugas “Agen Beras” adalah mendistribusikan suara ke berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan kode “toko”.

Seorang PPK diberi target mengumpulkan sejumlah suara. Satuan untuk suara yang harus diperoleh menggunakan kode kilo. “Dalam setiap satu kilo dihargakan Rp. 20 Ribu,” ujarnya.

Dia mencontohkan Agen Beras (PPK) Kecamatan Karawang Barat, Nama Agen Beras Nana Sumarna, jumlah toko (TPS) 430 toko, target suara (Kiloan) sebanyak 7.705 suara, dengan harga satu suara rata-rata Rp20 ribu, maka akumulasi suara yang harus dibayar sekitar Rp. 154 juta.

“Uang yang besar itu tidak dibayar sekaligus namun dibayar per termin dengan sistem 60:40,” katanya.

“Seperti contoh diatas, uang yang harus dibayar ke “Agen Beras” (PPK) Rp 154 juta. Dibayar awal atau DP 60 persen sebesar 92.460 juta sisanya 40 persen Rp. 61,640.000,” katanya.

Kusnaya mengaku kecewa karena 12 Ketua PPK yang telah menyanggupi membantunya memenuhi target suara ternyata tidak menepati janji. Dari 50.000 suara yang dijanjikan, Kusnaya hanya memperoleh 4.000 suara.

Kekecewaan Kusnaya bertambah karena saat dia meminta uangnya dikembalikan, 12 Ketua PPK tersebut mengabaikannya.

“Saya telah memberikan toleransi waktu untuk mengembalikan uang, baik cash maupun melalui transfer atas nama 12 ketua PPK itu. Namun hingga batas waktu yang sudah disepakati (Sabtu 04 Mei 2019 lalu), tidak ada jawaban,” bebernya.

“Karena tidak ada itikad baik maka saya buka ke publik,”lanjutnya. Tak sampai disitu, Kusnaya juga mengaku akan membawa kasus ini ke meja hijau. Pria yang sudah dua kali ikut Pileg ini, akan melaporkan 12 orang Ketua PPK di Kabupaten Karawang dengan tuduhan telah melakukan penipuan jual beli suara.

“Akibat ruang pengembalian uang sudah tidak diindahkan maka jalur hukum formal yang akan dilakukan, ” ujarnya.

Informasi yang diterima FBN, Senin (17/6) KPU Kabupaten Karawang akan memanggil 12 ketua PPK yang disebut Kusnaya.
.
“Kita akan panggil nama-nama 12 ketua PPK yang diduga jual beli suara,” terang Sekretaris KPU Kabupaten Karawang, Gery S. Samrodi. [A.Rachmat]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini