12/03/2022
Post Visitors:98

FBN – Sumsel || Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri.S,MM membuka secara resmi Pelatihan Peningkatan Kemampuan Dalmas Polda Sumsel gelombang ke 2

Pelatihan tersebut dilaksanakan Jumat 13/11.2020 di lapangan Komplek Paakri Palembang yang dihadiri oleh Para pejabat utama Polda Sumsel dan diikuti oleh peserta dari Dit Sabhara Polda Sumatera Selatanl serta perwakilan Polres yang tidak melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2020.

Kapolda Sumsel Irjen Polisi Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM pada arahannya mengatakan bahwa dalam pelatihan Dalmas ini diikuti oleh 125 Anggota Polri, Dalmas Sabhara dan perwakilan dari Polres Jajaran.

Polda Sumsel yang Kabupaten dan kotanya yang tidak melaksanakan Pilkada Tahun 2020.
Yaitu Polres polres tersebut adalah Polrestabes Palembang,
Polres OKI,
Polred Muara Enim,
Polres Lahat,
Polres Prabumulih,
Polres Banyuasin,
Polres Pagar Alam,
Polres Lubuk linggau,
Polred Muba dan
Polres Empat lawang masing masing Polres mengikutsertakan 25 personil

Setelah gelombang pertama Kegiatan dilanjutkan gelombang kedua digelar selama 2 hari dilapangan Pakri dan dilatih langsung oleh Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol Djuwito Purnomo Sik bersama Wadir AKBP M Fijar Muslim, AKBP Gun Heriyadi Sik dan AKBP Arief Wibowo SH.

Dengan waktu hanya dua hari ini tidaklah mungkin peserta dapat menyerap segala ilmu yang dutularkan oleh pelatih namun setidaknya ada gambaran bagaimana cara menghadapi massa atau aksi demo.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan anggota dalam menangggulangi aksi unjuk rasa,pelatihan ini membentuk rasa kebersamaan dan soliditas anggota dalam melaksanakan tugas sama 2 menderita sama 2 senasib sepenanggungan ini akan terbentuk rasa kekompakan, oleh karena itu soliditas bagian tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita, dan harus dibentuk dan diimplentasikan bukan slogan kata kata.

Semuanya harus dimulai dengan kebersamaan yang meyengsarakan atau yang membuat kita menjadi ingat. Kemudian pasukan yang hebat apapun yang namanya pasukan ditentukan oleh komandannya, kalau komandannya tidak peduli dengan anak buahnya tidak mau dengan latihan dan sebagainya, pasti pasukan itu kocar kacir kalau dihadapkan dengan situasi sebenarnya.

Seorang Napoleon Bonaparte pernah berkata kalau engkau membangun pasukan1000 ekor singa, dan dipimpin dengan seekor anjing pasti pasukanmu berbuat dan bertindak ganasnya seperti anjing, atau sebaliknya anjing dipimpin dengan seekor singa maka pasukanmu akan seperti singa, artinya semua tergantung pimpinannya.

Tapi yang sulit membangun pimpinan seperti singa bukan pekerjaan yang mudah, artinya tahu mengelola anak buah, bekorban untuk anak buahnya, mau berbuat yang terbaik untuk anak buahnya, mau memikirkan kesejahteraan anggotanya, dan banyak yang lainnya.

Pemimpin hanya satu yang boleh diambil, yang lainnya tidak boleh diambil apalagi mengambil hak anggota, dan sebagainya itu tidak jadi Singa tapi jadi kucing satu satunya yang boleh diambil oleh pemimpin adalah tanggung jawab bukan hak anggota dan yang paling sulit adalah membangun Pemimpin seperti singa yakni perlu pengorbanan tegasnya

Imbuhnya pelatihan ini juga bertujuan untuk melatih fisik anggota serta kesiapan anggota pada saat menghadapi unjuk rasa yang sebenarnya di lapangan,tutur Kapolda sumsel kepada awak media.,

Selain itu juga, untuk mengingatkan kembali dalam gerakan maupun formasi Dalmas, dalam persiapan pengamanan massa dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas lainnya yang terjadi di wilayah hukum yang melaksanakan pilkada 7 kabupaten nantinya.

Adapun pelatihan pengendalian massa ini dimulai dari latihan Dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan seperti helm,tongkat serta tameng dan alat lainnya,
bahwa dalam pengendalian massa ini ada beberapa tahapan yang harus, dilaksanakan oleh anggota saat dilapangan.kegiatan dimulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, hingga menggunakan peralatan pemecah massa seperti gas air mata yang harus sesuai dengan Standart Operational Procedur (SOP) dilapangan.
dengan pelatihan ini diharapkan seluruh personel paham dan mengetahui tahapan dalam pengendalian masa.pungkasnya
Laporan Sirlani,

%d blogger menyukai ini: