12/03/2022
Post Visitors:75

FBN – Sumsel || Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri.S, MM membuka secara resmi Pelatihan Peningkatan Kemampuan Dalmas Polda Sumatera Selatan.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di lapangan Komplek Pakri Palembang pada hari Jumat 6 Nopember 2020 yang dihadiri oleh Para pejabat utama Polda Sumsel dan diikuti oleh peserta dari Dit Sabhara Polda Sumsel serta perwakilan Polres yang tidak melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2020.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM pada arahannya mengatakan bahwa dalam pellatihan Dalmas ini diikuti oleh 125 Anggota Polri dalmas sabhara dan perwakilan dari Polres jajaran Polda sumsel yang Kabupaten Kotanya tidak melaksanakan Pilkada Tahun 2020.

Adapun Polres_polres tersebut adalah Polrestabes Palembang, Polres OKI, Polres Muara Enim, Polres Lahat, Polres Prabumulih, Polres Banyuasin, Polres Pagar Alam,
Polres Lubuk Linggau, Polres Muba dan
Polres Empat lawang, yang masing masing Polres mengikutsertakan 25 personel.

Kegiatan digelar selama 2 hari dilapangan Pakri dan dilatih langsung oleh Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol Djuwito Purnomo Sik bersama Wadir AKBP M Fijar Muslim, AKBP Gun Heriyadi Sik dan AKBP ARIEF WIBOWO, SH.

Dengan waktu hanya dua hari ini tidaklah mungkin peserta dapat menyerap segala ilmu yang ditularkan oleh pelatih namun setidaknya ada gambaran bagaimana cara menghadapi massa atau aksi Demo.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan anggota dalam menangggulangi aksi unjuk rasa.

Dan pelatihan ini juga bertujuan untuk melatih fisik anggota serta kesiapan anggota pada saat menghadapi unjuk rasa yang sebenarnya di lapangan, tutur Kapolda sumsel kepada awak media.

Selain itu juga, untuk mengingatkan kembali dalam gerakan maupun formasi Dalmas, dalam persiapan pengamanan massa dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas lainnya yang terjadi di wilayah hukum yang melaksanakan Pilkada di 7 kabupaten nantinya.

Pelatihan pengendalian massa ini dimulai dari latihan Dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan seperti helm, tongkat serta tameng dan alat lainnya, jelas Kapolda Sumsel.

Imbuhnya bahwa dalam pengendalian massa ini ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan oleh anggota saat dilapangan. Kegiatan dimulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, hingga menggunakan peralatan pemecah massa seperti gas air mata yang harus sesuai dengan Standart Operational Procedur (SOP) dilapangan.

Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh personel paham dan mengetahui tahapan dalam pengendalian masa, pungkasnya.

Laporan Sirlani,

%d blogger menyukai ini: