07/06/2022
Post Visitors:11

FBN – Merangin || Praktek kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berpotensi besar menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor, erosi, serta pencemaran lingkungan, baik sungai maupun tanah akibat penggunaan logam berat merkuri.

Merkuri adalah pembunuh senyap, penggunaan merkuri pada aktivitas PETI dapat memicu terjadinya kelainan fungsi saraf pada tubuh manusia.

Untuk itu Kapolres Merangin Irwan Andy Purnamawan S.I.K. mengajak masyarakat Desa Muaro Panco dan sekitarnya untuk beralih profesi yang dulunya Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), menjadi peternak lebah madu.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Merangin saat pers release di lobby Polres Merangin kamis (21/01/2021), “Program ternak lebah madu ini merupakan upaya dan solusi Polres Merangin untuk mengalihkan kebiasaan masyarakat, yang biasanya bekerja sebagai Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) beralih menjadi peternak lebah madu.”

“Sebanyak 10 kotak dan indukan lebah (Koloni), pada hari ini Kamis (21/01/2021) sudah kita bagikan ke pada masyarakat yang selama ini kegiatannya melakukan PETI yaitu di Desa Muaro Panco Barat kecamatan Sungai Manau, dan diharapkan kepada masyarakat agar dapat mendukung kegiatan ini, dan kepada Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk memantau Budi daya madu lebah diwilayahnya masing masing, saat ini kita sudah menyiapkan 100 kotak dan rencananya akan kita sebarkan di seluruh kabupaten Merangin,” terang Kapolres.

“Dengan kegiatan kelompok ternak lebah madu di Desa Muaro Panco Barat ini, kita harapkan nantinya bisa sebagai Pioneer dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya, dan diharapkan Desa Muaro Panco sebagai tempat belajar bagi warga Merangin yang ingin berternak lebah madu,” harap Kapolres AKBP Irwan Andy Purnamawan S.I.K.

%d blogger menyukai ini: