Polsek Meurudu Bersama Pawang Glee Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

14

FBN – Pidie Jaya || Kapolsek Meurudu bersama Pawang Glee melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah jajaran Polsek Meurudu. Di antaranya, mendorong pengembangan pengetahuan soal kapasitas pengelolaan hutan dan lahan serta pengolahan hasil produksi. Jum’at (26/2/2021)Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am, S.Ag, S.H, M.H. Melalui Kapolsek Meurudu Iptu Muhammad Yunus SH menyampaikan bahwa masyarakat harus peduli dan harus mengetahui bahwa perbuatan membakar hutan dan lahan juga dapat berakibat sanksi hukum kepada pelakunya.“Disampaikan Kapolsek Meurudu dihadapan Pawang Glee sebagai penjaga lahan, Rusli, Zulkifli, dan Nasir, ini sebagai penjaga wilayah masing-masing, maka dengan melakukan antisipasi ini bisa disampaikan ke seluruh perangkat Gampong dan masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Meurudu.Menurut Kapolsek, “apabila terbukti membakar walapun tujuannya membersihkan kebun, akan diproses hukum dengan UU RI nomor 18 tahun 2004 Pasal 48 ayat 1.diancam dengan pidana penjara 10 tahun / denda Rp 10 miliar “. jelas Iptu Muhammad Yunus SH.Lanjut Kapolsek, dalam rangka melindungi dan melestarikan hutan dan lahan milik negara, pemerintah dan masyarakat,“untuk terus melestarikan alam dan bersama pemerintah mencegah terjadinya karhutla” lanjutnya.Harapan Kapolsek Meurudu,” agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah bencana karhutla di lingkungannya masing-masing” harapnyaSaat Wartawan mengkonfirmasi Pawang Glee yaitu Ketua Umum (Ketum) penjaga lahan, Rusli mengatakan, “Secara umum kita mengupayakan mencegah dulu jangan sampai terjadi Karhutla. Termasuk memberikan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla, sekaligus menghimbau warga tidak melakukan pembersihan dengan cara membakar,” kata Rusli.Rusli mengharapkan kepada masyarakat, para pemilik lahan sekitar Glee Meurudu diingatkan agar selalu Mengantisipasi melakukan kebakaran hutan dan lahan. Hindari pembakaran sampah di sembarang tempat, sehingga tidak akan timbul permasalahan atau kerugian yang lebih besar terhadap warga. Pungkas Ketum.(Wanis Pijay)