Karena Mengklaim Dirinya Sebagai Raja, Latbual Akhirnya Dilaporkan ke Polisi

55

KAB. BURU, FBN | Petuanan di Kabupaten Buru, Jou Lisela, Aziz Hentihu SE, dan Jou Kayeli, Fandi Wael SSTP, mendatangi Mapolres Pulau Buru untuk melaporkan Irwanul Latbual yang mengklaim dirinya sebagai raja ke-21 pada selasa kemarin (15/10)

Raja Petuanan Lisela dan Petuanan Kayeli ini tidak datang sendiri, tapi keduanya turut didampingi Pimpinan Sementara DPRD Buru, Dali Fahrul Syarifudin S.Kom.

Turut serta, sejumlah anggota DPRD Buru yang juga putra adat, antara lain Arifin Latbual SH (PDIP), Stevanus Wamese (PDIP), Roby Nurlatu (Nasdem), John Lehalima (Nasdem), Maser Salasiwa (PDIP)dan dari Pemkab Buru diwakili oleh Kasatpol, Karim Wamnebo SH.

Sebelum melapor di SPKT, Raja dan para wakil rakyat ini terlebih dahulu menemui Wakapolres Pulau Buru, Kompol Bachrie Hehanussa.

Pimpinan sementara DPRD Buru, Dali Fahrul Syarifudin di hadapan Wakapolres, meminta agar kepolisian setempat menelusuri rekam jejak Irwanul Latbual selama ini.

Kepada Wakapolres , mereka meminta agar Irwanul Latbual yang merupakan raja gadungan ini segera ditangkap, karena oknum bersangkutan telah menipu dengan mengaku sebagai Raja Pulau Buru. Padahal dalam pranata adat di bumi bupolo tidak dikenal jabatan tersebut.

Usai bertemu wakapolres Aziz dan Fandi langsung melapor ke SPKT dan secara marathon diambil keterangan di Satreskrim Polres .

Sedangkan Arifin, Stevanus, Roby, John, Maser dkk juga ikut diambil keterangan sebagai saksi yang menguatkan adanya tindakan penipuan dari terlapor Irwanul Latbual yang mengaku sebagai Raja Pulau Buru.

Jou Lisela, Aziz Hentihu kepada wartawan di Mapolres menjelaskan, bila melihat jejak digital, info dari Mensesneg, Sekertaris Kabinet, kemudian Mabes Polri, dimana kalau Irwanul Latbual ini sudah jadi target operasi (TO), karena ada serangkaian dugaan perbuatan yang melilit oknum tersebut.

Aziz yang juga anggota DPRD Maluku dari dapil Pulau Buru ini lebih jauh menegaskan, bahwa eksistensi tatanan adat , budaya di bumi bupolo ini telah dijaga dan dirawat sudah sejak lama.
Dan warisan adat yang kelak akan diwarisi kepada generasi secara turun temurun ini tidak mengenal jabatan Raja Pulau Buru.

“Tatanan adat dan budaya di sini, khusus di Kabupaten Buru juga telah diperkuat dengan Perda Adat, dimana dikenal ada empat petuanan, Lisela, Tagalisa, Liliyali dan Kayeli dan petuanan yang lain ada di Kabupaten Buru Selatan,”tandas Aziz.

Karena itu kehadiran Irwanul Latbual ke Kabupaten Buru, dengan membawa stempel Raja telah mengusik ketenangan adat di daerah itu.

Untuk itu, Aziz mengaku telah berkomunikasi dengan bupati dan forkopimda, semua menyimpulkan gerakan dari Irwanul Latbual ini berdampak masiv yang bila dibiarkan akan menimbulkan gesekan di masyarakat. “Dampaknya masiv dan katong seng mau ada gesekan. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini