08/16/2022
Post Visitors:28

FBN – PANDEGLANG | Kepala Staf Korem (Kasrem) 064 Maulana Yusuf Kolonel Inf Sugiyono, mewakili Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko untuk menghadiri kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, ke lokasi Tambak udang milik PT. Ujung Kulon Sukses Makmur, di Kampung Tanjunglame, Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Selasa (11/8/2020)

Pada acara yang dihadiri sekitar 200 orang itu, turut hadir Bupati Pandeglang Irna Narulita, Anggota DPRRI Komisi I Rizki Aulia Rahman Natakusuma, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Udi Juhdi, Dandim 0601/Pdg Letkol Kav Dedi Setiadi, Wakapolres Pandeglang Kompol Andrian Tuuk.

Kemudian anggota DPRD Provinsi Banten Kuswandi, Asda I Kabupaten Pandeglang Ramadhani, Wakil ketua DPRD Kota Cilegon Sohidin, Kadis Perikanan Kabupaten Pandeglang Sua’edi Kudriatna, Unsur Muspika Kecamatan Sumur, Direktur PT. UKSMA Buntara, Presdir PT. CJ Feed Indonesia MH Kim, Owner PT. UKSMA Sanawiri, Direktur marketing Aquafeed PT. CJ Feed Indonesia HS Ryu, dan Managing Direktur PT. CJ Feed Serang Kon Jugwan.

Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pada saat Pandemi Covid-19 hanya ada dua sektor yang tidak terdampak, yaitu pangan dan perikanan. “Kami yang berwenang dalam sektor ini, akan berusaha keras agar sektor ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya bagi para nelayan,” katanya.

Edhy menuturkan, pihak PT. UKSMA diharapkan dapat memberikan pengetahuan, dan memberikan pembinan terhadap para pengusaha tambak kecil terkait cara mendapatkan keuntungan yang besar dari usahanya. Sehingga pengusaha tambak yang kecil dapat terus menerus berkembang.

“Perintah Presiden kepada saya saat dilantik hanya ada 2 hal, yang pertama Presiden memerintahkan agar saya membangun komunikasi dengan nelayan, kedua adalah saya diperintahkan untuk membangun sektor perikanan budidaya,” ujarnya.

Edhy memandang, Presiden Jokowi mengharapkan kedepannya Indonesia jangan hanya hanya sektor tangkap saja yang besar, namun sektor budidaya juga harua terus dikembangkan. Disebutkannya, sektor Budidaya di Indonesia sendiri baru 10% saja yang sudah termanfaatkan.

“Dari sektor budidaya udang, PT. UKSMA dapat dijadikan role model bagi pelaku usaha tambak udang, karena pertahunnya tambak ini dapat memprodulsi 120 ton udang dengan luas wilayah hanya 1 hektar,” ujarnya.

Dia berharap khususnya di Kabupaten Pandeglang harus optimis bahwa akan banyak lagi pengusaha-pengusaha tambak yang bermunculan. Sebab masih banyak potensi untuk memajukan sektor tambak. Apalagi sekarang para calon pengusaha tambak tidak harus bolak balik ke setiap Kementerian untuk mengurus izin usaha mereka, cukup mengurus izin ke KKP saja.

“Presiden sudah menekankan bahwa kepada Kapolri, dan panglima TNI agar tidak ada lagi nelayan dan petambak yang ditangkap karena masalah sepele. Kecuali para nelayan tersebut melakukan penyelundupan-penyelundupan ilegal,” tegasnya.

Kemudian kaitan dengan calon pelaku usaha di Bidang kelautan dan perikanan yang memiliki kesulitan dibidang permodalan, pihaknya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapatkan dana dari APBN sebanyak 900 M untuk membantu para pengusaha sektor perikanan untuk mendirikan usahanya.

“Nantinya para calon pengusaha dapat meminjam anggaran tersebut dengan bunga bunga 3%. Untuk jaminan pinjaman tersebut, para calon pengusaha dapat surat izin usahanya sehingga jaminannya bukan barang pribadi mereka (Rumah, tanah, dll), melainkan Pabrik tempat usahanya saja,” jelasnya.

Sementara Bupati Pandegkang Irna Narulita mengatakan, pada saat Pandemi Covid-19 saat ini, patut disukuri bahwa sektor nelayan tidak terdampak, bahkan ditengah Pandemi Covid sektor perikanan pertumbuhannya semakin pesat khususnya sektor pertambakan.

Irna menyebut, Kabupaten Pandeglang memiliki luas wilayah sekitar 2.740 Km2, dari luasnya wilayah tersebut hanya terdapat 300 Ha lahan yang diekspolitasikan untuk sektor tambak udang, dan masih terdapat 2500 Ha lagi lahan yang terlantar.

“Untuk memajukan sektor tambak ini harus ada dukungan dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Dia membeberkan, diseluruh Wilayah Kabupaten Pandeglang, terdapat 31 perusahaan disektor tambak udang. Kedepan Irna berharam jumlahnya akan bertambah. “Kami juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, telah banyak menyalurkan bantuan khususnya dari sektor perikanan,” katanya.

Kata Bupati Pandegkang itu, selain penambak udang, di Kabupatennya itu terdapat 3.100 orang yang bekerja sebagai nelayan. Adapun potensi perikanan tangkap di Pandeglang mencapai 13.500 ton. Namun dari 14 tempat lelang ikan di seluruh wilayah Pandeglang, hanya 5 tempat yang produktif dalam melakukan pelelangan ikan.

Menurutnya, besarnya potensi perikanan tangkap tersebut tidak berbadming lurus dengan fasilitas untuk memasarkan hasil tangkapan tersebut, salah satunya adalah belum dibangunnya pelabuhan perikanan di wilayah Kab. Pandeglang. Selain itu pasca peristiwa tsunami banyak nelayan yang kehilangan kapalnya akibat musibah itu.

“Hingga saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah memberikan bantuan kepada para nelayan Kab. Pandegalang dalam bentuk kapal yang berjumlah 51,” ucapnya.

(Ari/red)

%d blogger menyukai ini: