Kejari Karawang Diminta Periksa Pelaksana/ Pemborong Siluman di Wilayah Kecamatan Pedes

59

KAB. KARAWANG, FOKUS BERITA NASIONAL | Penelusuran FBN di wilayah desa Kertamulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang terhadap dua kegiatan pembanguan, yang diduga (Siluman) 1 pembanguan peningkatan jalan desa Kertamulya penghubung jalan desa Payungsari, (25/7/19)

FBN mencoba mewawancara mandor pelaksana, siapa pelaksana/pembongnya dengan volume lebar x tinggi x panjang berapa kenapa pihak pelaksana tidak memasang papan nama/ informasi dari konsultan/ pengawas siapa “ kata mandor”pihak pengawas tidak ada, masalah papan nama belum dipasang, selaku pelaksananya ( H. Jenal ) dengan volume lebar 4 m.tinggi 20 cm x panjang 120 m, (25/7/19)

Hasil yang dihimfun FBN di lokasi Peningkatan jalan dengan volume panjang 120 m. mengunakan besi behel per 22 m menggunakan besi behel 1 batang x 120 m menggunakan besi behel sebanyak 5 batang,,saat FBN mau meninggalkan lokasi , mandor pelaksana mencoba menyuap FBN dengan uang sebesar 50 ribu rupiah, namun uang tersebut,kami tolak.

Dilain tempat Fokus Berita Nasional, menyambangi Pembangunan pengerjaan Drainase Turap Saluran Air lokasi Belakang Kantor Desa Kertamulya sedang membangun Drainase Turap Saluran Air, Siapa Pelaksananya, Anggaran dana dari mana, pasalnya sama dengan Pembangunan peningkatan jalan Kertamula penghubung Desa Payungsari,Tidak memasang Papan Nama Imformasi Pembangunan,

FBN mencoba komfirmasi pekerja,Selaku pelaksana/ mandor dan konsultan/pengawas juga tidak memasang papan nama informasi bangunan, saya tidak tau saya hanya pekerja Pembangunan Turap Saluran Air ini “ dengan volume panjang +208 meter volume tinggi + 1 meter,(25/07/19 )

Pantauan FBN Pembangunan Drainase Turap Saluran Air,saat pemasangan batu kali, dasarnya tidak menggunakan bahan adukan,cara pekerjaannya batu kali di susun dari genangan air + 40 cm.baru menggunakan adukan dengan cara dikucurkan (seperti gulali ) tidak dipikirkan kwalitasnya yang penting pekerjaan cepat selesai,menurutnya yang penting terlihat dari atas bagus,

Sementara” Sekeratis Desa Kertamulya ( yeyen ) yang ada dilokasi saat dikomfirmasi, FBN Pembangunan Drainase Turap Saluran Air ini, siapa pelaksananya,dengan sumber dana darimana pengawasnya siapa menurutnya, saya tidak tau siapa pelaksananya, pengawas juga dari intansi terkait tidak terlihat ada dilokasi sumber dana juga saya tidak tau pungkasnya kepada FBN,

Ditempat terpisah FBN mencoba komfirmasi warga masyarakat lingkungan Pembangunan tersebut,Menurut warga setempat,dari mulai pembangunan Drainase Turap Saluran Air ini, saya tidak pernah melihat ada pengawas, makanya para pekerja dengan bebas untuk melakukan pekerjaannya,,sementara tokoh masyarakat mengatakan kepada FBN ,

Menurutnya pekerjaan Drainase seperti ini, kekuatannya tidak akan lama, pasalnya dari mulai pemasangan dasar,masih digenangi air , jadi tidak menggunakan bahan adukan dasar, langsung batu kali disusun + 40 cm susunan batu kali, baru adukan dikucurkan,yang seharusnya agar kwalitas Turap tahan lama, para pekerja harus membuat buangan air dulu, setelah air kering baru menggunakan bahan dasar dengan adukan,agar penahan batu dasarnya kuat,

Kalau pekerjaan seperti ini,kwalitasnya tidak akan kuat lama, memang kalau terlihat dari atas pekerjaanya bagus, menurut abah, kalau memang ada pihak pengawas dilapangan para pekerja tidak mungkin bekerja seperti ini,para pekerja dengan bebas untuk melakukannya, yang penting pekerjaan cepat selesai pungkasnya,kepada FBN,

Dilain tempat Fokus Berita Nasional,menyambangi Pembangunan pengerjaan Drainase Turap Saluran Air lokasi Belakang Kantor Desa Kertamulya sedang membangun Drainase Turap Saluran Air, Siapa Pelaksananya, Anggaran dana dari mana, pasalnya sama dengan Pembangunan peningkatan jalan Kertamula penghubung Desa Payungsari,Tidak memasang Papan Nama Imformasi Pembangunan.

FBN mencoba komfirmasi pekerja,Selaku pelaksana/ mandor dan konsultan/pengawas juga tidak memasang papan nama informasi bangunan, saya tidak tau saya hanya pekerja Pembangunan Turap Saluran Air ini “ dengan volume panjang +208 meter volume tinggi + 1 meter, (25/07/19)

Pantauan FBN Pembangunan Drainase Turap Saluran Air,saat pemasangan batu kali, dasarnya tidak menggunakan bahan adukan,cara pekerjaannya batu kali di susun dari genangan air + 40 cm.baru menggunakan adukan dengan cara dikucurkan (seperti gulali ) tidak dipikirkan kwalitasnya yang penting pekerjaan cepat selesai,menurutnya yang penting terlihat dari atas bagus,

Sementara” Sekeratis Desa Kertamulya ( yeyen ) yang ada dilokasi saat dikomfirmasi, FBN Pembangunan Drainase Turap Saluran Air ini, siapa pelaksananya,dengan sumber dana darimana pengawasnya siapa menurutnya, saya tidak tau siapa pelaksananya, pengawas juga dari intansi terkait tidak terlihat ada dilokasi sumber dana juga saya tidak tau pungkasnya kepada FBN.

Ditempat terpisah FBN mencoba komfirmasi warga masyarakat lingkungan Pembangunan tersebut,Menurut warga setempat,dari mulai pembangunan Drainase Turap Saluran Air ini, saya tidak pernah melihat ada pengawas, makanya para pekerja dengan bebas untuk melakukan pekerjaannya,,sementara tokoh masyarakat mengatakan kepada FBN.

Menurutnya pekerjaan Drainase seperti ini, kekuatannya tidak akan lama, pasalnya dari mulai pemasangan dasar,masih digenangi air , jadi tidak menggunakan bahan adukan dasar, langsung batu kali disusun + 40 cm susunan batu kali, baru adukan dikucurkan,yang seharusnya agar kwalitas Turap tahan lama, para pekerja harus membuat buangan air dulu, setelah air kering baru menggunakan bahan dasar dengan adukan,agar penahan batu dasarnya kuat,

Kalau pekerjaan seperti ini,kwalitasnya tidak akan kuat lama, memang kalau terlihat dari atas pekerjaanya bagus, menurut abah, kalau memang ada pihak pengawas dilapangan para pekerja tidak mungkin bekerja seperti ini,para pekerja dengan bebas untuk melakukannya, yang penting pekerjaan cepat selesai pungkasnya,kepada FBN.

Sementara” Anwar Ketua Lembaga KPK, mengatakan kepada FBN, Pembangunan infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah ,dari elemen masyarakat yang ada untuk mengontrolnya. Bagaimana tidak, reformasi dan desentralisasi dibuat berdasarkan harapan untuk mengurangi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terkait dengan tujuan tersebut, salah satu peraturan yang diterapkan adalah wajibnya pemasangan papan nama pengumuman oleh para pelaksana proyek, sesuai dengan prinsip transparansi anggaran,
yang sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.
Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public (KIP) dan Pasal 25 Peraturan Persiden RI No. 70 tahun 2012 Pelaksana wajib memasang papan nama pihak rekanan/pelaksana tidak memasang papan nama sangat bertentangan dengan Undang Undang.

Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah. Seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan (Permen PU 29/2006) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase .
Akibat lemahnya pengawasan dari Dinas intnsi terkait, Pihak pelaksana dengan bebas untuk melakukan kecurangan yang penting pekerjaan cepat selesai,tidak dipikirkan kwalitasnya

Reporter: Rachmat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini