09/24/2022
Post Visitors:33

JATIM,SURABAYA – FBN | Orang tua dan calon siswa mengantre saat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tingkat SMP,” Senin (01/7/20)). Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa timur periode 2020 sebanyak 281.950 kursi dan pendaftarannya dimulai serentak 27 Juni hingga 29 Juni 2020.

Sistem zonasi yang diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 di surabaya, Jawa timur, dinilai merugikan orang tua siswa karena sekolah yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh anak.

Seperti yang diungkapkan Bu yuni (32) orang tua siswa warga Kelurahan kodam surabaya, dimana setelah menunggu sejak pagi hingga sore menjelang, anaknya yang melanjutkan ke SMP pilihan belum mendapat kepastian.

Meskipun ungkap dia, jarak dari tempat tinggalnya ke SMPN 46 di Jalan di ponggoh, Kelurahan dukuh kupang,Sayang kurang dari 1 Kilometer yang seharusnya dapat mewujudkan harapan anaknya bu yuni untuk diterima di sekolah tersebut datang ke dinas pendidikan surabaya dan banyak keluhan masyarakat yang anak nya ingin masuk SMP negri.

setelah di konfirmasih bertemu oleh awak media, “kepala dinas mengatakan bahwa sekolahan smp negri sanggat terbatas dan sekolahan swasta akan di beri keringanan gratis selama 3 tahun

“Tetap saja harus menunggu lama sejak pagi hingga sore, belum ada hasil yang memastikan anak saya di terima di sekolah pilihannya yang dekat dari rumah karena belum ada hasil sampai hari ini,” katanya kepada wartawan, rabu (01/07/20).

Ia menilai sistem zonasi yang diterapkan dalam PPDB tahun ini, ada baik dan buruknya karena pola yang diberikan tidak langsung membuahkan hasil meskipun cukup meringankan dengan sistem pendaftaran online.

“Karena tetap saja pas datang ke sekolah yang dituju kami tetap harus menunggu hingga sore. Seharusnya sistem tersebut dievaluasi kembali kalau memang calon siswa menenuhi syarat kenapa tidak langsung di terima,” katanya.

Yuni menjelaskan, hingga saat ini dia belum mencari sekolah alternatif untuk anaknya jika tidak dapat diterima di sekolah negeri tersebut.”Belum tahu karena haraoan saya anak sulung saya dapat diterima di sekolah negeri,” katanya.

Hal senada juga diceritakan orang tua siswa yang berharap anaknya dapat diterima di SMP46 NEGRI surabaya, meskipun sistem zonasi yang diterapkan tidak memenuhi syarat dari tempat tinggalnya.

“Kalau sistem pendaftaran online menurut saya sebuah kemajuan meskipun pada pelaksanaanya tetap saja harus menunggu giliran dan ketika sesuai atau tidak seharusnya langsung di umumkan,” tukasnya.

Begitu juga dengan salah seorang warga Perumahan Pondok Gede Permai , Kecamatan putat, Kota surabaya, bernama Wasli. Ia mengaku pesimistis anak bungsunya bisa diterima di SMP Negeri 46 Kota surabaya jika dengan menggunakan sistem zonasi.

“Jarak sekolah dengan rumah sekitar 1 kilometer. Itu yang terdekat, sementara pendaftar yang rumahnya lebih dekat itu banyak sekali,” ungkap Wasli.pungkasnya

( Edwin rio )

%d blogger menyukai ini: