Kemenhub Terapkan Sangsi Pidana Bagi Angkutan Yang Alami Over Dimensi

52

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Tindakan tegas akan diberikan terhadap pengusaha transportasi dan logistik angkutan berat jika angkutan tersebut melebihi over dimensi berupa sangsi pidana. Karena banyak faktor yang merugikan termasuk jika terjadi kecelakaan di jalan raya.

Direktorat jenderal perhubungan darat kementerian perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan pemberian sangsi bagi angkutan yang mengalami over dimensi bukan saja tilang maupun penghentian operasional, melainkan adanya pidana dan sudah dilakukan di beberap propinsi dan terbukti mereka bersalah.

“Sebagaimana pasal 27 undang undang nomer 22 tentang lalu lintas dan angkutan jalan diancam hukuman satu tahun dan denda 24 juta rupiah.” Ujar Budi usai meninjau normalisasi atau pemotongan dimensi kendaraan di PT.SS Trans Ligistik Kabupaten Bekasi Jawa Barat (30/9/2019)

Dikatakan Budi bahwa kecelakaan beruntuk beberapa waktu lalu di tol cipularang purwakarta Jawa Barat, pihaknya juga telah memberikan sangsi perdata dan pidana terhadap pengusaha angkutan maupun perusahaan yang memberikan pekerjaan akibat over dimensi angkutannnya.

“sejauh ini kami masih mengedukasi bagi pengusaha transportasi dan logistik sekaligus nantinya kami akan memberikan maklumat bapak menteri perhubungan.” kata Budi

Kementerian perhubungan lanjut Budi juga mencatat kerugian pemerintah akibat rusaknya jalan setiap tahun yang ditimbulkan oleh angkutan yang mengalami over dimensi mencapai 43 hingga 44 triliun rupiah.

“Tahun 2020 mendatang kami akan memasang alat pendeteksi angkutan berat yang mengalami over dimensi di pintu masuk tol bekerjasama dengan jasa marga.” Terang Budi.

Reporter: Jhon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini