oleh

Kepala MTs Negeri 2 Raman Utara Lamtim, Diduga Pungli pada Siswa 80.000 Sampai 100.000

FOKUS BERITA LAPUNG TIMUR – MTs N.2 (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Raman Utara kabupaten Lampung Timur, diduga melakukan Pungli (pungutan liar) terhadap siswa dan siswi kelas VII yang berjumlah 195 orang dengan dalih pembelian sampul raport yang besarannya Rp.80.000,- (delapan puluh ribu rupiah) Per siswa.

Katiman kepala Tata Usaha (Ka TU) MTs N.2 Raman Utara membenarkan Penarikan dana tersebut melalui wali kelas VII, kemungkinan kebijakan ini diambil oleh ibu kepala Madrasah dikarenakan dana BOS untuk MTs Negeri 2 Raman Utara tahun anggaran 2021 ada Pemangkasan anggaran dari pusat, sebesar seratus dua puluh tiga juta rupiah, saat ditemui diruang kerjanya. Sabtu, 9/10/2021.

Lebih lanjut Katiman mengungkapkan kalau penarikan dana untuk sampul raport tidak ada rapat dengan pihaknya dan itu merupakan kebijakan ibu kepala Madrasah sendiri, untuk pembelian sampul raport saja langsung oleh ibu Lenny Darnisah selaku kepala madrasah.

“Bahkan kemarin ada beberapa wali murid yang menanyakan langsung kepada saya terkait penarikan dana ini saya jawab sama dengan jawaban saya ini,” ungkapnya.

Terkait sampul ijazah Katiman juga membenarkan kalau sudah diumumkan kepada siswa kelas IX untuk membayar sampul ijazah.

Diketahui Siswa Kelas IX berjumlah 175 siswa, yang akan dipungut biaya untuk sampul ijazah sebesar Rp.100.000,- ( seratus ribu rupiah) per siswa.

Ditempat terpisah Adi Surya, SH., Praktisi hukum yang berkedudukan di Lampung timur sekaligus ketua bidang hukum Pijar Keadilan Demokrasi, menyoroti pungli yang dilakukan oleh Kepala Madrasah sudah menciderai dunia Pendidikan, apalagi kita masih menghadapi musim Pandemi seperti sekarang ini, dengan adanya dana bantuan dari Pemerintah diharapkan dunia pendidikan terbebas dari KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) dan meringankan beban Wali Murid.

” saya meminta instansi terkait segara menindak lanjuti permasalahan Pungli ini, karena sudah jelas MTs Negeri 2 Raman Utara menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),yang sudah jelas peruntukannya untuk mendanai kegiatan di Sekolah atau Madrasah,” pungkasnya. ( Imron )

Komentar

Fokus Berita Nasional