Keterangan Mursal Terkait Penyerobotan Tanah Wakaf Masjid, dan Pernyataan Pihak Kepolisian Setempat

55

KAB. SUBANG, FOKUS BERITA NASIONAL | Kasus penyerobotan tanah wakaf Masjid yang diwakafkan Mursal Ardiansyah ke pada Ahmad Fatahudin (Bah Anom) diduga diserobot Dodi, tindakan Dodi kemudian di laporkan kepihak Kepolisian Polres Subang Polda Jawa Barat, Rabu (11/09/2019).

Pengakuan Mursal Ardiansyah saat ditemui dikediamannya memaparkan,” Sebelum ada rencana membangun Musholah itu, Sebelumnya tidak terjadi apa-apa, waktu ukur dari tim KUA Pak Suparman, saat pengukuran tanah wakaf belum ada bangunan sama sekali,” papar Mursal.

Ditempat yang sama Bekti Subekti menambahkan penjelasan asal mula pembuatan ikrar wakaf tersebut, “Sesuai dengan bukti SPPT, yang dibayar Pak Mursal lokasinya berada di Rt.37/Rw.14 di Blok 7, akhirnya kami mengurus syarat-syarat perwakafan mulai dari Rt, Rw, Kelurahan, sekitar tanggal 5 Mei jadilah kesepakatan ikrar wakaf di KUA,” jelas Bekti.

Sebelum mewakafkan tanah tersebut kepada Ahmad Fatahudin, Mursal Ardiansyah sempat mewakafkan tanah tersebut kepada Drs H.Ace, M.M,.Pd pada saat itu H.Ace selaku Ketua Rw.09, namun menurut pengakuan Bekti H.Ace melakukan kesalahan sehingga Mursal mencabut tanah wakaf yang sudah diberikan kepada H.Ace.

“Waktu dulu tahun 2018 ada pertemuan sekitar bulan April dari pihak Pak Mursal dengan saya pribadi, beliau mewakafkan tanah kepihak Rw.09 namun dari proses perwakapan tersebut ada kendala, dari pihak penerima wakaf kemudian curhat bahwa orang yang diamanatkan wakaf tersebut bicara bahwa tanah yang diwakafkan terserah sipenerima wakaf, mau dibuat toko, Mall, atau mau dibagi-bagikan,” lanjut Bekti.

Mursal meminta pendapat Bekti terkait tanah yang sudah diwakafkannya, “Pak Mursal minta pendapat saya, sepengetahuan saya otomatis tanah yang diwakafkan itu apa lagi terkhusus mewakafkan untuk sarana ibadah pembangunan Masjid, otomatis tidak bolah itu penyelewengan, akhirnya dicabut sama Pak Mursal,” tuturnya.

Pihak Mursal dan Bekti beserta Ahmad Fatahudin pengakuannya sempat mendatangi H.Ace selaku penerima wakaf pertama, “Bahkan kami sempat berkumpul di rumah Bapak Ace, bahkan mereka juga tahu. kita datang waktu mengambil pernyataan Pak Mursal sebelum terjadi ikrar,” tutup Bekti.

Pihak mursal sempat mendatangi tanah wakaf tersebut, dan terlihat ditanah wakaf tersebut ada bangunan rumah milik anak dari Dodi, spontan Mursal beserta Bekti dan Ahmad Fatahudin melaporkan kepihak Kepolisian setempat.

Sudah hampir tiga bulan penanganan kasus perkara penyerobotan tanah wakaf Masjid. Keterangan Sat Reskrim Polres Subang melalui Kanit ll Ekonomi (Ipda Asep Suhendar, S.H) menjelaskan perkara kasus penyerobotan tanah wakaf Masjid tinggal selangkah menuju kepastiannya.

“Dari keterangan Pak Mursal sudah lengkap, tinggal membuktikan apakah objek tersebut bener disana objek yang dimiliki Dodi itu, objeknya dimana Dodi itu kalau benar disana its ok, tapi kalau bukan disana tetapi disini bermasalah itukan, yang bisa membuktikan itu Pak Lurah atau Bappeda, yang dimana Beppeda ada peta rincikan atau petunjuk berupa peta rincikan, hari ini Bappeda datang iya, tinggal satu poin lagi,” pungkas Ipda Asep, Selasa (10-09-2019).

Reporter : Bachrie

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini