11/27/2022
Post Visitors:79

FBN – Jambi || Rakorda versi CP. Nainggolan berpusat di Medan yang menggunakan Logo F SPTI yang akan di adakan di hotel Holden Harvest jln Patimura Kota Jambi tgl 20 oktober 2020 di batalkan. Akibat pembatalan ini menjadi viral di media sosial.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F SPTI) Provinsi Jambi, Natal Parlindungan Hutabarat, berpusat di Jakarta yang di Pimpin Surya Bakti Batubara menegaskan, “Rakorda versi CP Nainggolan yang akan di laksanakan oleh Jhon Very itu tetap kita tolak, sesuai hasil Rakernas di Jakarta, menjadi pimpinan Pusat ditetapkan adalah Bapak Surya Batubara,” tegas natal.

Hal senada di tegaskan Ketua DPC F SPTI Kota Jambi Ariyanto Harianja,” kenapa kita tolak dan kita bubarkan acara rakorda versi CP Nainggolan itu! Dasarnya, Hasil Rakernas DPP F. SPTI . K SPTI pada tgl 18 dan 19 Februari 2020 di Hotel Sentral Jakarta, pada tgl 20 Februari 2020, semua polemik kepemimpinan di tubuh Serikat Pekerja Transportasi ini telah selesai, dengan di keluakannya Surat dari K. SPSI pusat, sebagai induk Organisasi di serikat pekerja yang di tandatangani oleh ketua DPP SPSI Yorrys Raweyai. Maka yang sah dan berhak menggunakan Logo dan nama F SPTI adalah di bawah kepemimpinan Ketua Umum Surya Bhakti Batubara,” tegasnya.

Lanjutnya, “di Jambi sudah tiga kali kita bubarkan, dan bukan hanya di Jambi saja di bubarkan kubu versi Cp nainggolan ini, juga di Mandailing Natal, dan di Asahan ini membuktikan mereka mengagu-ngaku, soalnya CP Nainggolan sudah dipecat dari pusat Jakarta, jadi F SPTI yang sah adalah yang berpusat di Jakarta karena lahirnya F SPTI di Jakarta,” tegas Ari.

Ditambahkanya, terkait pemberitaan di media sosial Detail.id, dan Mediawan.id dengan menggunakan bahasa gerombolan.

“Kami datang ke acara Rakorda versi CP Nainggolan yang di adakan oleh Jhon Very itu, bukan gerombolan atau massa, karena bahasa gerombolan itu tidak benar dan tidak ada narasumbernya, terkait massa, ini identik digunakan demontrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat, kami bukan demo saat itu, kami hanya menolak Rakorda itu karena mereka mengunakan Logo F SPTI pimpinan Surya Batubara, kami datang sebagai buruh bongkar muat yang Sah dan dilengkapi Kartu Tanda Anggota (KTA) artinya Legal berpayung di F SPTI berpusat di Jakarta, pimpinan Surya Batubara, dan seluruh anggota, kita masukan ke BPJS dan terdaftarkan di Disnaker, dan bukan di Kesbangpol, karena F SPTI bukan organisasi Politik, jadi sebagai wartawan yang profesional, menulis harus sesuai fakta yang benar jangan mengundang kemarahan, dan saya jelaskan F SPTI bukan Ormas dan organisasi politik, kami hanya serikat pekerja (buruh) yang sah,” tegasnya. (Lukman S)

%d blogger menyukai ini: