Ketua Fima Mengutuk Keras Atas Sikap Dinas Perkubunan dan Pertanian Aceh, “Seharusnya Dibina Bukan di Kriminal”

55

ACEH UTARA, FOKUS BERITA NASIONAL | Muhammad Khalis, ketua Forum Interaksi Mahasiswa (fima) kecewa atas sikap tindakan yang dilakukan Dinas Perkubunan dan Pertanian Aceh (25/07/2019).

Seperti yang kita lihat kemaren di media cetak maupun media online Keuchik Meunasah Rayeuk kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, Tgk Munirwan sudah di tetapkan sebagai tersangka.

Saya rasa Dinas Perkebunan dan Pertanian Aceh sudah salah minum obat, seharusnya Tgk Munirwan di bina dan diberi fasilatas untuk mengurus semua kelengkapan, sehingga bibit padi yang di hasilkan oleh bumg kampung Tgk Munirwan bisa di lebelkan, dan di pasarkan sebagai bibit yang berstandarisasi dan bahkan bisa kita promosikan keluar daerah aceh, siapa tau mareka minat dengan bibit tersebut dan bisa membawa harum lagi nama aceh bukan seperti ini dikit dikit lapor.

Sebab selama ini bisa kita lihat, bahwa Tgk Munirwan sudah membawa nama harum aceh ini kelevel level nasioanal, dia sudah berhasil mengembangkan jenis padi if8, bibit bantuan Gubernur Aceh di daerah dengen hasil melimpah setiap kali panen, dengan inovasinya Desa Meunasah Rayeuk terpilih menjadi juara II Nasional Inovasi Desa yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo.

Karena keberhasilan itu, permintaan masyarakat terhadap bibit tersebut menjadi banyak. Sehingga Desa Meunasah Rayeuk membentuk BUMG jual beli bibit tersebut hingga ke empat kecamatan.
Karena pengelolaan ini desa setempat

berhasil menghasilkan PAD Rp 1,5 miliar.
Namun tiba-tiba Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaporkan Keuchik Desa Meunasah Rayeuk, Tgk Munirwan dengan delik aduan telah mengomersilkan benih padi jenis IF8 yang belum berlabel.

“Ini aneh, harusnya pemerintah membina bukan melaporkan. Ini menyakitkan kenapa pemerintah yang melaporkan padahal masyarakat tidak merasa dirugikan selama ini.

Saya selaku mahasiswa melihat problem ini kesal terhadap Dinas Pertanian di karenakan persolan yang benar benar serius masalah tani mareka tutup mata, misalnya masalah durian kenapa durian sekarang banyak tidak ada rasa dan bahkan tidak ada buah lagi di daerah perdalaman, seperti buloh blang ara, paya bakong, dan nisam antara, seharusnya ini problem yang harus di selesaikan ini yang merugikan masyarakat
Bukan itu tutur khalis.

Reporter: Alga Mahate

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini