Ketua Harian LMP : Abda Jangan Asal Jeplak Tuduh Disnaker Karawang”

57

Kab. Karawang – FBN | Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2016, tentang Perluasan Kesempatan Kerja, sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011, tentang Penyelengaraan Ketenaga Kerjaan, dengan adanya Perbup tersebut. Maka Perda bisa di efektifkan, dan orang Karawang bisa di beri kesempatan kerja seluas mungkin.

Sebab sebelum terbitnya Perbub No. 8 Tahun 2016, informasi serta rekruitmen tenaga kerja di laksanakan tertutup oleh perusahaan, dan sering kali mengambil pekerja dari luar Karawang.
Lahirnya Perbup tidak lepas dari kritikan, seperti yang di utarakan oleh salah seorang aktivis buruh Karawang, Abda Khair Mufti.kepada media FBN (21/10/19)
Menanggapi kritikan Abda yang di tujukan langsung kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, bahwa proses test di kantor Disnakertrans merupakan akal – akalan oknum pejabat Disankertrans Karawang, Ketua Harian Merah Putuh Markas Cabang (LMP Marcab) Karawang, Wahyu Anggara Putra mengatakan.
“Itu statement pak Abda di salah satu media online harus dapat di pertanggung jawabkan, jangan asal jeplak saja.

Dalam hal ini, saya meminta agar di tunjuk hidung saja, siapa oknum yang di maksudnya ? Biar isunya tidak menjadi liar.”,
“Kalau hanya sebut ada oknum, malah jadi sumir dan menjadi isu liar di kalangan masyarakat, yang pada akhirnya menjadi justifikasi secara kelembagaan terhadap Disnakertrans Karawang.

Kasihan pegawai Disnakertrans, di sana ada banyak orang.”,
“Upaya ibu Bupati membenahi Para Pencari Kerja (Pencaker) dengan membuatkan produk hukum, yaitu Perbup No. 8 Tahun 2016, itu sudah sangat baik. Saya dapat pastikan, itu merupakan kepedulian beliau terhadap orang Karawang. Karena apa lah artinya Perda, kalau tidak di back up oleh regulasi teknis, seperti Perbup.”,
“Begitu pun dengan pak Kadisnakertrans Karawang. Beliau sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (Ka OPD) yang membidangi ketenaga kerjaan, tidak pernah lelah untuk dapat terus berbenah. H. Ahmad Suroto itu bukan Sangkuriang, butuh waktu dan butuh proses panjang untuk sedikit demi sedikit membenahi soal ketenaga kerjaan.”,
“Saya prihatin, di saat Pemerintah sedang berbenah, kok malah di persalahkan dan muncul tuduhan – tuduhan yang tidak karuan. Bahkan kemarin beliau sampai di tuduh memelihara calo segala.”,pungkasnya wahyu anggara ( A.Rachmat )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini