Ketua Vokalis Rock Indonesia Tanggerang Raya: Siap Gugat “Bila DPR-RI Gegabah Dalam Menerapkan Rancangan UU Permusikan”

FOKUS BERITA NASIONAL | TANGGERANG – Rancangan Undang Undang Permusikan yang akan di terapkan oleh Pemerintah saat ini dianggap meresahkan pihak Penggiat dan Pelaku Seni dan Budaya di tanah air. Bagaimana tidak, Rancangan Undang Undang ini terasa sangat membatasi ruang dan gerak para seniman, khususnya seniman musik ditanah air semakin sempit.

Terlebih dengan dimunculkannya beberapa pasal yang sangat anggap mendiskriminasikan para musisi indonesia. Contoh pada pasal 5 RUU permusikan, dianggap tidak mempunyai tolak ukur yang pasti sebagai dasar hukum dibuatnya UU permusikan tersebut.

Ada beberapa point yang dianggap kurang relevan dalam membuat RUU tersebut, dan nantinya akan merugikan para seniman musik tanah air.

Awak media fokusberitanasional.com, menyambangi seorang tokoh musik yang saat ini juga berprovesi sebagai Pengacara. Dikatakan M. Firdaus Oiwobo SH atau yang biasa di panggil pengacara cowboy. Penampilannya yang terkesan urakan dan rock n roll membuat Firdaus tampil beda dengan pengacara lainnya.

Firdaus yang dipercaya memimpin para musisi setangerang raya oleh presiden VRI (Eky lamo) baru baru ini mengeluarkan pendapat yang kontroversial. Firdaus dengan organisasi VRI Tangerang Raya akan mengajukan surat keberatan kepada DPR-RI dan mahkamah konstitusi, jika DPR-RI memutuskan sepihak undang undang tersebut, tanpa mengindahkan pelaku seni di indonesia.

“saya berharap dalam rancangan undang undang permusikan sudah sepatutnyalah DPR-RI mengikut sertakan para penggiat seni seperti kami ini. Jangan sampai orang yang ga paham tentang musik malah ikut ikutan ngerancang undang undang permusikan tersebut.

Saya sarankan agar DPR-RI mengundang organisasi atau wadah yang menaungi musisi indonesia untuk dimintai pendapatnya agar tidak salah, Walaupun secara konstitusi DPR sudah ditunjuk oleh rakyat sebagai wakilnya.

Namun ada peraturan dalam bersidang juga yang mewajibkan DPR untuk menghandirkan nara sumber didalam rapat paripurna DPR agar Dewan perwakilan rakyat tidak keliru dalam membuat keputusan”ujar firdaus.

Firdaus yang malang melintang didunia seni musik sejak tahun 1989 ini merasa RUU permusikan tidak berpihak kepada dirinya dan kawan kawan seniman provesinya. Dirinya menilai bahwa seniman tidak boleh di batasi dalam berkarya,karna menurut firdaus jiwa seni itu tidak ada batasannya.

Karna seni lahir karna rahmat dan ridho dari ALLAH SWT kepada orang orang pilihannya. Menurut firdaus bahwa kegiatan seni itu bergerak atas kehendak tuhan dan tidak bisa di buat dan dirancang seperti konstruksi bangunan gedung “seni ini keluar sendiri dari dalam jiwa seseorang yang telah mendapatkan ridho dari ALLAH SWT.

Karna orang yang tidak mendapatkan ridho tuhannya mana bisa berperan sebagai pelaku seni. Apalagi sekarang dalam bermusik dan berpenampilan para pelaku seni terasa di kekang dan dirampas kebebasannya dengan adanya RUU permusikan yang saya anggap kurang pas.

Dan kalau menurut saya RUU ini adalah kerjaan para anggota DPRRI yang kehabisan Ide kreatif dalam membuat undang undang. Padahal masih banyak lagi kegiatan berbangsa dan bernegara yang juah lebih penting untuk dibuatkan undang undangnya”ungkap firdaus.

Firdaus juga saat ini sedang mempersiapkan album rock kedua nya bersama band vertical blue yang didirikannya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *