11/29/2022
Post Visitors:38

Oleh : Ustadz Karyadi el-Mahfudz

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ رَبُّ النَّاسِ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَوْصُوْفُ بِأَكْمَلِ صِفَاتِ الأَشْخَاصِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وسَلّمْ تَسليمًا كَثِيرًا ، أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin Rahimakumullah,
Alhamdulillah dihari yang indah ini, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah ﷻ untuk menyembah-Nya melalui rangkaian rutinitas ibadah kita mencari Ridha-Nya.
Shalawat salam tetap tercurah pada Nabi Besar Muhammad ﷺ, sosok nabi yang kita teladani sepanjang hayat.

Hadirin Rahimakumullah,
Wajar sebagai manusia dihinggapi penyakit kecemasan, kegalauan yang melanda hatinya, bahkan menyasar semua level masyarakat. Allah ﷻ berfirman dalam QS Al-Baqarah:155 :

‌وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْئٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِالصّٰبِرِيْنَ

‌”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Maka dengan sedikit ketakutan inilah banyak manusia terperangkap dalam berbagai problematika kehidupan yang bisa membuatnya terpuruk bahkan melakukan diluar kontrol melakukan aksi-aksi kejahatan dan menghalalkan segala cara mengabaikan norma, agama serta nilai-nilai luhur budaya bangsa. Fenomena degradasi moral yang menghancurkan mental anak-anak remaja akan semakin sulit kita bendung. Tentu yang rugi adalah hari-hari esok akan dipenuhi dengan penerus-penerus bangsa yang jauh dari kata bijak, sebaliknya akan dipenuhi manusia-manusi yang lupa pada jatidirinya.
Sebagai orang tua kita wajib mengontrol pendidikan dari dalam keluarga, dan lingkungan, kita harus periksa sholat anak2 kita, barometer nya adalah sholat,
Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

“Sesungguhnya amalan pertama seorang hamba yang akan diadili di hari kiamat adalah sholat, apabila baik sholatnya maka ia telah menang dan selamat, namun apabila rusak sholatnya maka ia telah celaka dan merugi. Dan jika kurang sholat wajibnya, Allah berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah?’ Maka dengan sholat sunnahnya disempurnakanlah sholat wajibnya, kemudian semua amalan dihisab seperti itu.”
( HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah )

Hadirin Rahimakumullah,
Makna shalat inilah yang dimohon pertama kali oleh Nabi Ibrahim dari Allah SWT bagi keluarganya. Bahwa Nabi Ibrahim berdoa :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, terimalah doaku.”
(Surat Ibrahim ayat 40).

Begitu pula Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengajak keluarganya mendirikan shalat dengan makna seperti di atas, serta sabar menghadapi kesulitan dalam melaksanakannya. Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Surat Thaha ayat 132).

Sebagaimana disebutkan di atas, shalat yang sempurna akan membuahkan hasil. Di antara hasil shalat yang baik adalah tercegahnya seseorang dari kelakuan maksiat dan buruk. Allah menyebutkan dalam Al-Qur`an :

وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(Surat Al-Ankabut ayat 45).

Hadirin Rahimakumullah,
Banyak sekali sholat selain yang lima waktu kita harus mampu menempatkan shalat sunnah sebagai solusi kehidupan :

  • Jika kita menginginkan dunia seisinya lakukan sholat Sunnah Fajar sebelum subuh.
  • Jika kita menginginkan rizki yang melimpah maka lakukan sholat Dhuha.
  • Jika kita punya hajat maka lakukan sholat hajat.
  • Jika kita ingin mulia hidupnya lakukan shalat tahajud.
  • Jika kita ada pilihan maka lakukan sholat istikharah.
  • Jika hati kita belum tenang, lakukan sholat tasbih.

Hadirin Rahimakumullah,
Begitu banyak manfaat sholat tetapi kita kadang mengabaikan waktu-waktu datangnya sholat, pastikan sholat kita terjaga, niscahya kebutuhan dan hajat keinginan kita dicukupi oleh Allah ﷻ. Aamiin.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاها وَقَدْ خابَ مَنْ دَسَّاها

“Sungguh beruntung orang-orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh rugilah orang-orang yang mengotori jiwanya.”
( as-Syams : 9 -10 )

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Penulis,
Pimpinan Yayasan Tsamrotul Qulub Bekasi


Donasi ZIS dan Waqaf
(Rekening : 0099241667100)
🕋 Paket Haji dan Umroh
🥏082213517515

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: