Kios Dilarang Jual Obat Daftar G Berlogo Merah “Dinas Kesehatan Akan Melakukan Penertiban Di Kios-Kios Dan Apotik”

KAB. BURU, FOKUS BERITA NASIONAL | Dinas Kesehatan Namlea dimintai untuk melakukan penertiban pada kios-kios yang menjual obat keras berlebel warna merah dan melihat batas waktu kadarluarsa obat.

Tidak semua jenis obat diperbolehkan, dijual bebas di kios atau toko. Hal ini ditegaskan, Kepala Dinas Kesehatan Namlea Anwar Prawira saat dikonfirmasi oleh Wartawan Fokus Berita Nasional.Com di kantor kesehatan namlea kamis lalu 19/6/2019.

Menurut Anwar obat yang boleh dijual di kios adalah obat ringan yang bertanda strip hijau pada kemasannya. Sementara, untuk obat keras dengan strip merah atau obat daftar G, tidak diperbolehkan dijual bebas di kios. Kami akan turung tertibkan dan memberikan penjelasan kepada mereka “Ujarnya.

“Obat yang ada logo K hanya boleh dijual di apotek atau di sarana yang memiliki izin. Kalau dijual di kios atau toko, mereka itu tidak punya hak dan kewenangan dan itu sangat dilarang oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan,(BPOM),” lanjutnya.

Pemasaran obat keras di apotek juga ada aturannya, kata dia, hal itu dilakukan karena jenis obat keras memiliki dosis yang tinggi dan penggunaannya harus melalui resep dokter.

“Kenapa itu harus diatur? Kalau dijual tanpa aturan, itu akan kembali pada kita sendiri, yang awalnya mau berobat malah berbalik menjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” terangnya.

Jika terbukti ada kios yang melakukan kegiatan kefarmasian tanpa izin, maka akan dilakukan tindakan sesuai aturan. Dan penegakan hukum akan dilakukan. Dan jika mengenai penjagaan di apotik orang yang harus memiliki bidang farmasi.

“Dan kami akan melakukan pengawasan serta penertiban terhadap peredaran obat keras tersebut.

Apalagi dengan informasi yang kami dapatkan, terdapat obat kadarluarsa yang masih ada di kios-kios.

Jadi kami berharap agar masyarakat dapat memperhatikan obat yang dijualkan, dan
menyangkut dengan obat keras berlebel warna merah, saya katakan kepada seluruh masyarakat agar tidak menjual obat keras tanpa mempunyai izin jual,” tambahnya.

Reporter : Sofyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *