08/16/2022
Post Visitors:22

BANDUNG – FBN | Sesuai Perwali Atau Pergub bagi yang tidak memakai masker akan dikenakan denda tetapi saat ini terkait denda masker belom di terapkan dan masih menunggu dari Satgas Gugus Tugas Kota dan Provinsi dan masih melakukan dengan himbauan dengan perswasif kepada masyarakat agar berdisiplin memakai masker upaya pencegahan tekait penyebaran covid-19.Selasa (4/8/20) saat di wawancarai di Balai kota Bandung Jawa Barat.jalan wastukencana.

Saat ini “Pihaknya masih menunggu satgas gugus tugas khusunya kota maupun provinsi untuk memang bener bener pelaksanaan denda tidak memakai masker diterapkan nantinya, saat ini kepolisian sendiri lebih mengedepankan perswasif dan apabila dalam perjalanan tidak memakai masker maka pengendara akan di suruh putar balik untuk pulang kembali.”kata Kapolrestabes Ulung.

Himbauan terus dilakukan khususnya dimalam serta melakukan upaya pembubaran masyarakat yang sedang berkumpul, dengan keadaan situasi saat ini khususnya Kota Bandung berkerumun dan berkumpul di beberapa titik malah bertambah banyak dan ditambah lagi warga masyarakat yang datang dari luar Kota Bandung seperti hari sabtu dan minggu.”tambahnya

Ia pun menambahkan ” Pihaknya kewalahan dari macet dan segala macamnya dan itu perlu diantisipasi masyarakat agar selalu menggunakan masker dan lebih mengedepankan protokol kesehatan serta himbauan yang dilakukan kepolisian polrestabes Kota Bandung akan terus dilakukan kepada masyarakat agar bisa di pahami begitu penting nya mengedepankan protokol kesehatan di saat pandemi covid-19 dan menjadikan kebiasaan dalam pemakaian masker.”ujarnya

Lanjut lebih jauh “Kedisplinan masyarakat memakai masker khusunya di Kota Bandung sudah bagus tetapi permasalahnya masyarakat tidak sesuai artinya masyarakat tidak dalam bekerja tetapi hanya untuk berkumpul, mungkin dalam kejenuhan dan rasa bosan mereka lebih sering keluar rumah, nongkrong dan ke cafe jadi himbauan untuk tetap dirumah mereka abaikan.

Terlihat saat ini di tiap sudut persimpangan,toko , tempat hiburan dan wisata sudah banyak dipenuhi oleh masyarakat padahal saat ini pihak kepolisian yang dibantu TNI dan Pol PP sudah melakukan buka tutup jalan dengan pembatasan waktu jam malam yaitu sampai jam 21.00 wib agar masyarakat yang beraktivitas atau bekerja sudah selesai.

Jika masih ada orang yang keluar di atas jam 21.00 wib malam berarti mereka yang tidak dalam aktivitas pekerjaan tetapi hanya untuk sekedar nongkrong dan bermain atau pekerjaan yang bukan semestinya.

Terakhir “Penutupan jalan dilakukan mulai dari jalan Asia Afrika pada saat jam 21.00wib ditutup, jika masih ada masyarakat berkerumun akan dibubarkan oleh Tim Prabu dan Dalmas serta menyisir di beberapa titik pusat kota setalah dari asia afrika penyisiran juga dilakukan di jalan Braga sampai ke Dipatiukur dago agar nantinya di jam 21:00 wib malam ke atas kegiatan masyarakat sudah sepi.”tegasnya.

Reporter : (Deni)

%d blogger menyukai ini: