KPAI : Kami Meminta Pemerintah Australia Menghormati Konvensi Hak Anak

54

Sitti Hikmawatty, Komisioner KPAI

JAKARTA, KPAI | Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Meminta Pemerintah Australia menghormati Konvensi Hak Anak (KHA) 1990, sehubungan dengan upaya orang tua ananda Muhammad Dimas Tri Wibowo (14 tahun) dalam usahanya memberikan yang terbaik bagi anaknya yang memiliki kebutuhan khusus.

Hal ini disampaiakan Sitti Hikmawatty, Komisioner KPAI terkait dengan pengajuan petisi online Dr Cameron Gordon, seorang profesor di Australian National University (ANU) kepada Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, Layanan Migran, dan Urusan Multikultural Australia agar menganulir keputusan penolakan visa tinggal permanen untuk Dimas, seorang anak dengan autisme dari keluarga Indonesia yang terancam dideportasi.

KPAI selain meminta agar adanya penghormatan pada Konvensi Hak Anak 1990, juga memberikan apresiasi pada upaya Dr Cameron Gordon yang sangat peduli dengan kelangsungan keadaan Dimas serta keluarganya tersebut.

Sesuai dengan aturan PBB mengenai hak-hak anak atau yang lazim disebut sebagai Konvensi Hak Anak tahun 1990, pertimbangan Kepentingn Terbaik Anak (Best Practice for Child) adalah bagian yang harus dipenuhi negara-negara yang meratifikasi Konvensi ini, dimana Indonesia dan Australia menjadi anggotanya.

Kami memahami kekhawatiran pemerintah Australia yang menganggap bahwa kondisi autism Ananda Dimas dimasukkan dalam kriteria Public Interest Criteria (PIC), yang menurut peraturan Imigrasi, berbiaya signifikan terhadap layanan kesehatan dan masyarakat Australia, namun demikian pemerintah Australia seharusnya mempertimbangksn juga upaya orang tua yang mempersiapkan Ananda agar menjadi individu yang mandiri.

Kita perlu mendukung upaya orang tua yang juga menyiapkan Ananda untuk tidak membebani pembayar pajak nantinya. Karena bagaimanapun semua pastinya memiliki keinginan yang sama agar Ananda kelak dapat hidup secara mandiri, tidak tergantung pada individu lainnya. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya hidup tidak normal, karenanya ini perlu juga untuk menjadi sebuah pertimbangan khusus.

Autisme bukanlah sebuah tragedi, justru pengabaian dan penolakan itulah tragedi yang sesungguhnya. Pihak KPAI menurut Sitti Hikmawatty, selanjutnya akan berkoordinasi dengan kedutaan dan memberikan support atas perjuangan Ibu Yuli, orang tua Ananda Dimas ini. (Red**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini