12/03/2022
Post Visitors:61

FBN – Pidie Jaya || Ratusan para nelayan lhok Kuala Beuracan Kecamatan Meurudu Kabupaten Pidie Jaya, sudah 8 tahun mengalami kesulitan melaut akibatnya kuala dangkal, Jumat (13/11/2020), namun Kuala tersebut sudah selama kurun waktu 8 tahun, sehingga menyebabkan nelayan sangat sulit saat melaut, jika boat ingin melaut mereka harus mendorong sampai ratusan meter.

Akibat dangkalnya muara itu kami kesulitan disaat melaut, untuk keluar dari kuala para nelayan harus mendorong boatnya, dan ada juga nelayan yang menunggu air pasang surut kemudian baru keluar dari kuala tersebut, agar terhindar dari pasir tebal yang membuat boat tidak bisa jalan sama sekali.

Selanjutnya Tengku Imum Gampong Amiruddin Aziz menerangkan pada wartawan saat konferensi pers Terkait Kuala Dangkal, Kuala ini adalah banyak Gampong yang beraktivitas melaut dikuala Beuracan, maka dalam hal ini bahwa terdapat 200 boat nelayan yang setiap hari keluar masuk melalui kuala Beuracan, Dan juga ratusan nelayan yang beraktivitas di lhok Kuala Beuracan, mereka bukan hanya dari Desa Rhieng Krueng saja, namun juga banyak desa lain seperti desa Rhieng Blang, Rheing Mancang, Teupin Puraho, Pangwa Dayah dan Cot Lheu Reng, terangnya Tgk Amiruddin.

Ditempat terpisah kepala Desa (Kades) Syakban Ahmad juga memberikan keterangan hal yang sama, sebagai mana yang telah disebut oleh Tgk imum Gampong, Benar Lhok Kuala Beuracan Sangat Dangkal, hingga masyarakat kami mengeluh, karena untuk berangkat mencari ikan kelaut harus mengikuti irama air pasang surut, terpak berangkat kelaut jam 1 malam,” Terangnya Kades.

Pihaknya berharap pemerintah bisa memberikan solusi bagi para nelayan terhadap permasalahan yang telah beberapa tahun mereka dialami, dan meminta adanya batu pemecah ombak agar standar untuk kuala bisa direalisasikan, dan kita harapkan proses tersebut dapat segera dilakukan, sehingga masyarakat nelayan dapat memanfaatkannya dengan baik, maka selalu kami harapkan kepada dinas terkait untuk segera memperbaiki agar mudah masyarakat kami dalam melakukan aktivitas sehari-hari,Imbuhnyan Kades dengan nada serius. (Wanis Pijay)

%d blogger menyukai ini: