Kunjungan MOI Disambut Kajati Jabar: Pertanyakan Keterlibatan Kajari Cikarang Dalam Suap Meikarta

FOKUS BERITA NASIONAL | BANDUNG – Pengurus Media Online (DPC MOI) Kabupaten Bekasi, kembali mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Jawa Barat di Bandung, Selasa (29/01/2019).

Kedatangan MOI menanyakan sikap Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Raja Nafrijal, atas kesaksian terdakwa kasus suap Meikarta, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Fitradjadja Purnama dan Taryudi yang menyebut nama Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Jan S Maringka dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Risman Tarihoran dalam perkara suap Meikarta.

Di hadapan Kajati, Wakil Ketua Bidang SDM DPC MOI Kabupaten Bekasi Mulyadi Effendi ditemani sejumlah wartawan lainnya, diantaranya Dwi Septiani (Ketua IWO Kabupaten Bekasi) dan Edward Panggabean (Forum Wartawan Kejaksaan Agung Republik Indonesia) juga membahas oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap wartawan saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Makassar UNM.

Menjawab pertanyaan Mulyadi, Raja Nafrijal enggan menyikapi lebih jauh, karena tidak mengikuti proses persidangan tersebut. Namun dia menyarankan hal itu sebaiknya ditanyakan langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). “Kalau ada kaitan Meikarta silahkan periksa Kajari. Itu kewenangan KPK. Tanya kesana karena belum ada koordinasi ke Kejagung,” terang Raja kepada Mulyadi. Begitu juga terkait nama Jamintel Jan Maringka, silahkan untuk dikonfirmasi ke Kejaksaan Agung atau KPK.

Dia mengaku enggan memberikan komentar lantaran posisi Jamintel adalah pejabat Eselon I di Kejaksaan dan jabatan itu lebih tinggi dari Kajati yang hanya Eselon II. “Kalau ditanya soal Jamintel, itu kewenangan Kejagung dan KPK. Bukan disini. Tanya kesana saja,” tandas Raja.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pertemuan pertama Bupati nonaktif dengan Jaksa Muda Intelejen (Jamintel) Kejagung, Jan S Marika terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa Hendry Jasmen selaku konsultan perizinan Lippo Group yang difasilitasi Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro pada Februari 2018 di Max Coffe, Orange Country.

Pertemuan kedua, diketahui kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang, Risman Tarihoran. Namun dalam pemeriksaan BAP, pertemuan itu hanya sekedar makan dan minum. “Itu proses pertemuan biasa antara Billy Sindoro dan Neneng Hasanah Yasin,” ungkap Jaksa KPK, I Wayan Riana di tempat terpisah. Dia mengatakan bahwa pertemuan itu hanya pertemuan biasa.

I Wayan menambahkan, kaitan Jamintel dengan Meikarta,‎ itu tidak terungkap di persidangan, karena tidak dijelaskan terdakwa Bupati nonaktif, Neneng. “Enggak ada informasi lebih lanjut tentang itu, karena itu kan hanya proses perkenalan, bagaimana itu terjadi, tidak disebutkan,” jelasnya. Dalam kasus ini, I Wayan pun menegaskan, Jaksa Penuntut Umum KPK akan membuktikan soal penerimaan uang suap yang terjadi di proses perizinan Meikarta. (Anwar Uban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *