09/25/2022
Post Visitors:43
Anwar Soleh, Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi Kabupaten Bekasi

FBN – KABUPATEN BEKASI || Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi L-KPK Markas Wilayah Kabupaten Bekasi, sangat Mendukung atas perjuangan Pemerintah Desa Cipayung Cikarang Timur dalam Upaya Mempertahankan Usulan Warga terkait titik lokasi Penurapan Kali Cibeet untuk menanggulangi dalam pengendalian banjir.

Dikatakan Anwar Soleh Ketua L-KPK Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/3/21). berdasarkan hasil investigasi dan beberapa sumber baik dari Pemerintahan desa dan tokoh masyarakat, kegaduhan terkait penurapan Kali Cibeet harus segera disikapi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, dalam hal ini BBWS Citarum, hasil rapat dan hasil kajian bersama harus konsisten, jangan sampai adanya kepentingan kelompok dan main mata.

Kami sangat mendukung Perjuangan masyarakat Desa Cipayung dalam upaya mempertahan kan titik lokasi penurapan Kali Cibeet yang sudah beberapa kali adanya rapat dan petemuan antara warga dan pemerintahan desa dan pihak terkait dalam hal ini BBWS Citarum, dari hasil kajian tersebut ada 4 titik yang harus mendapatkan perawatan serius untuk perbaikan

Kemeterian PUPR melalui BBWS Citarum harus serius, jangan permainkan warga, karena warga terdampak akan sangat kecewa apabila perbaikan tersebut seperti main catur, asal pindah titik atau lokasi” seharusnya dapat merealisasikan titik mana saja yang sudah menjadi usulan penurapan, melalu surat yang sudah dilayangkan pada awal bulan Maret 2021, berdasarkan kajian dari masyarakat dan Pemerintah desa Cipayung, bahwa titik wilayah tersebut adalah titik bibir Kali Cibeet yang rendah, hal ini sudah jelas terlihat dengan meluapnya air di beberapa waktu lalu yang menyebabkan banjir ke warga.

Berdasarkan data yang kita dapat, penurapan dengan nama kegiatan Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Cibeet menelan anggaran Rp. 14 Miliar yang dimenangkan oleh PT. Putra Kencana.

“Untuk wilayah Cipayung hanya dibangun penurapan disepanjang bantaran sungai dekat kawasan wisata Dwi Sari Water Park dengan panjang bentangan 300 meter,” ujar nya.

Masih dikatakan Anwar, kami sangat menyayangkan adanya kegaduhan tersebut, Realisasi titik penurapan bukan di lokasi usulan, justru dilokasi “Kawasan Wisata Dwi Sari Water Park,” lahh ini ada apa ?, dengan adanya kejadian ini sangat jelas BBWS Citarum mencederai dan mengecewakan masyarakat desa Cipayung.

Kami L-KPK Mendukung Penolakan Warga Cipayung Cikarang Timur terkait dengan Penurapan yang tidak sesuai dengan Titik usulan desa, terang Anwar.

Mengingat ketika bencana Ekologi yang terjadi pada saat banjir melanda, hal itu yang harus di antisipasi, Perencanaan Penurapan yang tidak tepat juga bisa mempengaruhi banyak hal, seperti hal nya kerugian material, terputusnya akses jalan, ketahanan pangan (Padi banyak yang gagal panen)

Dengan sikap tegas Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi segera lakukan audiensi dengan pihak terkait, (BBWS Citarum), karena hal ini sudah jelas adanya kejanggalan, dan diduga berbau KKN, Tegas Anwar. (Ade Hermawan)

%d blogger menyukai ini: