08/17/2022
Post Visitors:32

FBN – CIANJUR || Kabupaten Cianjur kembali di hebohkan dengan adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) di kampung Pasir Hingkik desa Sukanagalih Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi L-KPK kembali menerima aduan dan laporan dari beberapa warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kamis (17/12/20).

Masyarakat yang datang ke kantor Markas Wilayah L-KPK langsung diterima oleh Pudin Ariwibowo selaku Ketua Mawil Kabupaten Cianjur, aduan dan keluhan penerima BLT tersebut mendapat tanggapan serius tentang adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh sejumlah perangkat desa Sukanagalih.

Dikatakan Pudin dengan adanya aduan ini akan kami tindaklanjuti dengan investigasi dan mengkonfirmasi kepada pihak terkait, karena bila benar terbukti adanya Pungutan tersebut, ini sudah jelas adanya unsur pidana dengan jelas jelas menabrak Undang-Undang yang telah diatur oleh Pemerintah, tegas Pudin.

Saat tim FBN dan intelmedia.co mengkonfirmasi ketua Forum RT melalui alat komunikasi, di terangakan oleh ketua Forum RT desa Sukanagalih.”oh iya pak kalau bapak mau konfirmasi langsung silahkan pak saya tunggu sekarang dirumah saya” tegas Abud ketua Forum RT.

Setelah adanya jawaban yang didapatkan oleh tim FBN dan intelmedia.co lalu tim intelmedia.co menjawab” baik pak terimaksih atas undangan nya, namun kami sebagai media hanya ingin adanya konfirmasi dan klarifikasi secara bersama di kantor desa, agar kepala desa tersebut dapat mengetahui atas aduan warganya.

Bahkan berdasarkan narasumber yang namanya tidak ingin disebutkan dugaan Pungli tersebut adanya keterlibatan ketua BPD desa Sukanagalih, yang akhirnya tim intelmedia.co langsung menghubungi ketua Badan Permusyawartan Desa (BPD) melalui alat kominikasi, dan adanya jawaban dari Ujang selaku ketua BPD, “baik pak terimakasih atas informasinya, nanti saya hubungi bapak setelah saya selesai urusan di luar, kebetulan saya lagi di luar ada kepentingan dulu”.terang Ujang kepada intelmedia.co.

Dikatakan beberapa warga penerima BLT, kami hanya ingin adanya keterbukaan tentang pungutan tersebut, karena menurut kami uang sebesar itu sangat besar sekali nilainya, maknya kami sebagai penerima bantuan menginginkan pungutan tersebut secara transfaran, agar kami tidak memiliki hati su’uzon terhadap pihak pemerintahan desa, ucap penerima bantuan,.

masih dikatan sumber, kami sangat heran kenapa saat kumpul dan bertemu ketua RT dikantor desa tidak ada bahasa dan ucapan tentang adanya potongan tersebut, namun kenapa paskami sudah sampai dirumah, bukan hanya saya pribadi, yang lainpun sama di kujungi satu persatu Sada saat malamnya oleh pihak yang ditugaskan oleh ketua RT setempat.

Padahal sewaktu kami kumpul didesa pun kami bertemu ketua RT, “tapi tidak ada yang mengatakan akan adanya potongan tersebut”. Potongan itu dilakukan dengan alasan dana tersebut di pintai dan di kumpulkan bagi warga masyarakat yang tidak mampu yang tidak kebagian, disisi lain kami tidak melihat bukti catatan siapa saja warga yang tidak kebagian yang akan diberikan bagian dari potongan hak kami ini.

Berapa jumlah KK dan namanya siapa saja, terus yang bertangung jawabnya siapa ?, dan kapan akan dilaksanakan nya,”masih terangnya keluarga penerima BLT. Kami sebagai warga yang dikatakan miskin bukan berarti kami tidak tau aturan, hanya ngomong atau protespun kami lebih tau diri.

Pungutan tersebut dilakukan bukan kali ini saja, bahkan setiap kali kami dapat bantuan lainya, “ucapnya dengan nada sedih,” setelah beberapa penerima manfaat di konfirmasi oleh tim intelmedia.co “dan FBN langsung memberikan tembusan pada kepala desa melalui nomor WhatsApp kepala desa Sukanagalih, namun sampai saat ini kepala desa Sukanagalih belum memberikan jawaban sekaligus tanggapan apapun. (Red)

%d blogger menyukai ini: