L-KPK Soroti Kinerja Kejari Kabupaten Cianjur “Banyak Laporan Dugaan Korupsi Yang Terkesan di Peti Eskan”

57

KAB. CIANJUR, FOKUS BERITA NASIONAL | Kedatangan ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi L-KPK Kabupaten Cianjur kepada Kejaksaan Negeri untuk menemui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cianjur, terkait dengan aduan laporan L-KPK atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala desa Sukaraharja Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur dan kepala desa Rawabeluet Kecamatan Sukaresmi.

Berdasarkan laporan yang sudah kita sampaikan kepada Kejari dan berkas berkas awal atas dugaan adanya dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa, hingga saat ini laporan kami terkesan di “Peti Eskan” kenapa tidak, lambatnya Kejaksaan dalam menangani berbagai macam laporan kasus dugaan tindak pidana korupsi menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kami.

Pudin Ariwibowo ketua Lembaga KPK Kabupaten Cianjur berencana akan membawa berkas perkara dan tanda terima surat laporan kepada Kejaksaan Tinggi Bandung dan Kejaksaan Agung. Terangnya kepada awak media fokus berita Nasional.com, Sabtu (30/11/19).

Karena kami menilai kinerja Kejari dalam menyikapi adanya laporan dugaan Tindak Pidana Korupsi tidak serius. Bahkan Pudin sudah dua kali menemui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cianjur, disitu terlihat sangat jelas suatu tidakan yang bersipat arogan dan kurang beretika terhadap kami sebagai pelapor.

Dan setiap Pudin klarifikasi terkait pelaporannya selalu di jawab Kasih Intel dengan bahasa, “sabar pak ini akan kami tindak lanjuti dan mohon sabar pak ini masih penyelidikan”. Dan dengan datangnya bapak kesini mempertanyakan kembali terkait aduan yang bapak adukan, kami meminta waktu lagi tiga bulan dan kami akan beritahukan hasilnya nanti.

Ahkir dari klarifikasi yang di lakukan oleh Pudin kepada Kasi Intel Kejaksaan dan juga Kasi Pidus yang kebetulan ada juga dalam satu ruangan, ia pak kami minta waktunya ya selama tiga bulan. Setelah terjadi pembahasan tersebut tiba tiba Kasi Intel meminta saya untuk menghadirkan Narasumber namun setelah hadirnya Narasumber (GS) dengan sepontan Kasi Intel Kejaksaan menuduh Narasumber mem vidio terkait pembicaraan yang di bicarakan di ruangan tersebut hingga terjadinya berebutan Hand Pone dengan nada nada bahasa yang sangat tidak baik bahkan tidak sopan. Dan setelah itu GS dengan Kasi Intel sampai hampir saling tonjok akibat kecurigaan Kasi Intel yang tidak mendasar pada bukti yang di tuduhkan oleh Kasi Intel pada nnNarasumber (GS).

Ketua Lembaga KPK meminta pihak Kejati dan Kejagung untuk segera mindak tegas Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cianjur yang bersipat kurang baik dalam memberikan pelayanan terhadap pelapor yang menyerahkan berkas aduan terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi yang sudah di temukan oleh para penggiat kontrol sosial.

Bahkan Pudin saking muaknya melihat tindakan dan bahasa bahasa yang kurang baik keluar dari mulut Kasi Intel yang akhirnya Pudin merasa tersingung dan Pudin akhirnya menegur Kasi Intel dan Narasumber dengan nada keras, hingga cekcokan tersebut terhenti.

Setelah cekcokan tersebut terhenti akhirnya Pudin dengan Narasuber bergegas meninggalkan ruangan Kasi Intel dan Kasi Pidus dan turun ke ruangan latai satu, guna mengajak rekan lainnya untuk kembali pulang dan meninggalkan Kejaksaan.

Namung tiba tiba wakil ketua L-KPK DPC Cianjur Hendra karena tersingung dengan sipat ucap Kasi Intel yang kurang baik dan kurang sopan, akhirnya Hendra bersama ketua PAC Kecamatan Sukaresmi naik kembali kepada ruangan Kasi Pidsus guna temui Kasi Intel dan mengingatkan terhadap Kasi Intel “harus baik dan ramah tamah dalam menyambut semua tamu yang datang” termasuk kami, karena kami sudah membantu meringankan tugas dari Kejaksaan itu sendiri, seharusnya berterima kasih karena peran serta masyarakat dalam hal ini sudah jelas tertuang dalam Undang Undang dan kalian adalah penegak hukum serta abdi negara, jadi tolong pahami itu ungkap Hendra dengan nada kecewa. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini