11/27/2022
Post Visitors:69

FBN – KABUPATEN CIANJUR || Ketua Lembaga Komunitas Pengawas korupsi L KPK meminta Saber Pungli tindak tegas Kepala Sekolah SDN 1 Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, yang diduga telah sunat upah honorium sebesar Rp.900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah) untuk satu orang guru honor, dengan jumlah honor tiga orang selama sepuluh bulan.

Guru honor langsung didampingi oleh Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi Kabupaten Cianjur mendatangi kediaman Kepala Sekolah sebut saja Ai pada hari Jumat (02/10/20).

Sesampainya di kediaman kepala sekolah, ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi dihadapkan kepada salah satu anggota TNI Iim yang bertugas di Sagaraten Kabupaten Sukabumi. Dimana dirinya mengaku sebagai besan dari kepala sekolah SDN Ciherang 1 terkait adanya dugaan penyalah gunaan Dana Operasional Sekolah (BOS).

Dengan adanya beberapa orang tua murid dan juga para pihak di sekolah yang mengadukan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi, dengan Cepat Ketua Lembaga KPK DPC Kabupaten Cianjur menugaskan anggota untuk langsung melakukan investigasi ke sekolah SD Negeri Ciherang 1 Kecamatan Pacet.

Diterangkan oleh bendahara SD Negeri Ciherang 1 Kecamatan Pacet pada tim Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi, Beliau menyampaikan bahwa yang bersangkutan betul menjabat sebagai Bendahara, tapi tidak pernah memegang uang dari dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tersebut, karena setiap kali bantuan tersebut turun langsung diambil dan dipegang oleh ibu Kepala Sekolah, ucap bendahara pada tim investigasi Lembaga KPK beberapa waktu lalu.

Setelah tim investigasi Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi KPK selesai menjalankan tugasnya, Pudin Ariwibowo sebagai Ketua L-KPK langsung menghubungi Bendahara SD Negeri Ciherang 1 melalui alat komunikasinya untuk meminta keterangan lebih lanjut, namun bendahara sekolah beberapa kali di hubungi tidak mau menjawab pertanyaan dari Pudin Ariwibowo, “pesanya cuman dibaca dibaca doang”, terang Pudin pada awak media di kantornya.

Masih terang Pudin, setelah menghubungi Bendahara Sekolah, Pudin langsung menghubungi Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab disekolah. namun jawaban Kepala Sekolah melalui pesan WhatsApp nya, silahkan pak permasalahan ini kita bicarakan di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, karena saya juga punya pimpinan terangnya kepada Pudin Ariwibowo.

Padahal jelas disini ketua Lembaga KPK sudah bergerak sesuai tupoksinya sebagai Pengawas Korupsi yang melihat adanya dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Sekolah SD Negeri Ciherang 1.

Adapun diantata beberapa dugaan tersebut adalah ;
1. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di kelola secara pribadi bahkan menurut nara sumber, dananya dipakai untuk membangun rumah pribadi.
2. Upah honorarium bagi guru honorer hanya Rp. 1.000.000,- perbulan dari yang seharusnya sebesar Rp. 1.900.000 dalam waktu pertiga bulan. Tapi Kepala Sekolah laporkan biayanya kepada Dinas Kabupaten hingga di atas Rp. 23.000.000,-.

Tiga orang Guru Honorer SD Negeri Ciherang 1 Kecamatan Pacet tuntut kepala sekolah agar segera mengembalikan sebagian upahnya yang disunat oleh kepala sekolah, ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi siap dampingi tiga honorium sampai kemeja pengadilan, demi mengungkap suatu keadilan yang wajib ditegakan sesuai UU dan ketentuan hukum yang berlaku.

Hasil investigasi :

1. Bahwa sesuai rencana hari ini pukul 13.00 akan dilaksanakan pertemuan dengan Kepala Sekolah, tapi hingga saat ini tidak bisa dilaksanakan dengan alasan Kepala Sekolah “Ada Keperluan”.

2. Bahwa terjadi ketidak profesionalan pengelolaan keuangan, dimana menurut keterangan “Bendahara Sekolah”, bendahara tidak pernah memegang uang, sebab seluruh keuangan di pegang dan dikendalikan sepenuhnya oleh Kepala sSekolah, dan hal ini “menguatkan dugaan” adanya penyalahgunaan dana BOS.

3. Berdasarkan keterangan, Bahwa kepala sekolah saat ini menjelang masa Pensiun, jadi tidak selayaknya melakukan hal hal yang berakibat merugikan dirinya sendiri dan merugikan orang lain, tutup Pudin ( Red )

%d blogger menyukai ini: