09/25/2022
Post Visitors:46

FBN – PADANGSIDIMPUAN || Seorang lagi pasien suspek Covid-19 di Kota Padangsidimpuan meninggal dunia. Perempuan berinisial ZL ( 51thn ), meninggal saat menjalani perawatan di ruang isolasi, Senin (31/08 /2020 ) sore.

Plt. Direktur RSUD Sopian Subri Lubis yang sedang menjalani isolasi mandiri, via telepon kepada media, membenarkan meninggalnya seorang pasien suspek Covid-19. “Semalam dengan hari ini, sudah dua pasien suspek yang meninggal,” tuturnya.

Dijelaskan, pasien ZL merupakan warga Kec. P.Sidimpuan Batunadua. Sebelum ini, akibat penyakit yang dideritanya, sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara.

Minggu (30/8) sore, pasien ZL dirujuk ke RSUD P.Sidimpuan yang merupakan Rumah Sakit Rujukan Nasional Covid-19. Setelah diobservasi, diagnosa dokter menemukan tanda-tanda yang mirip dengan gejala Covid-19.

Usai keluarga membuat surat pernyataan persetujuan, maka pasien diambil sampel swab dan dirawat di ruang isolasi. Sekitar 24 jam diisolasi, pasien menghembuskan nafas yang terakhir.

“Pasien meninggal sore. Langsung dipulasari dan malam ini dimakamkan sesuai protokol penanganan jenazah pasien Covid-19 di perkuburan khusus di Kelurahan Silandit,” jelasnya.

* Protes

Proses pemakaman sempat terhalang aksi protes warga Kel. Silandit dan Desa Aek Bayur. Mereka keberatan jenazah terkait Covid-19 dimakamkan di lahan aset Pemko Padangsidimpuan itu. Dengan aksi pemblokiran jalan dengan membakar ban bekas dan membentang spanduk penolakan.

Sekira pukul 20:00, Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Kapolres AKBP Juliani Prihartini, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Roy Chandra Sihombing medatangi lokasi dan berdialog dengan warga yang berada di lokasi pemblokiran jalan.

Enam orang perwakilan warga Kel. Silandit dan Desa Aek Bayur, di saksikan ratusan warga lainnya mengutarakan apa alasan mereka menolak pemakaman jenazah terkait Covid-19 di lokasi itu. Antara lain karena pasca penguburan sejumlah alat pelindung diri (APD) berserakan di lokasi pemakaman.

Lokasi pemakaman terlalu dekat dengan pemukiman, dan tidak ada pengamanan sehingga siapapun bebas masuk ke lokasi. Juga mempertanyakan kenapa sosialisasi tentang lokasi pemakaman dilakukan setelah ada protes warga.
Mempertanyakan kenapa pemakamannya harus di Silandit. Juga mempertanyakan apakah petugas dan kendaraan yang dipakai untuk pemakaman itu bersih dari Covid-19.

* Usut Tuntas

Menjawab hal itu, Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi mengajak warga dan pihak kepolisian mengusut tuntas keberadaan APD bekas yang berserakan di sekitar lokasi pemakaman.

Sebelumnya atau Pase pemakaman jenazah suspek kedua, sejumlah oknum melakukan investigasi ke lokasi. Mereka mengklaim menemukan masker dan sarung tangan bekas berserakan, seolah – olah milik para petugas pemakaman.

“Persoalan ini harus diusut tuntas. Jika GTPP yang ceroboh, saya tindak tegas. Tetapi jika APD itu sengaja diserakkan oknum atau kelompok tertentu dengan tujuan memojokkan kami, saya minta ibu Kapolres menindaknya dengan tegas,” ujar Irsan Efendi Nasution.

Terkait pemakaman terlalu dekat dengan pemukiman, Wali Kota menyebut luas lahan itu 3,2 hektar. Kemudian beliau mengajak warga menentukan titik paling jauh untuk digali liang kubur persiapan.

“Untuk malam ini, mohon izinkan jenazah saudari kita yang sudah berada di ambulan kita makamkan. Besok, liang kubur persiapan kita pindah ke titik paling jauh dan bapak ibu yang tentukan dimana titiknya,” ajak Irsan Efendi Nasution.

Terkait pengamanan lokasi, portal segera dipasang di pintu jalan masuk. Tentang sosialisasi, sama sekali tidak ada kata terlambat. Karena jauh sebelum ini atau pada bulan Maret kemarin sudah banyak diberitakan media.

“Belum adanya solusi pertemuan GTPP denga warga. Atas nama Wali Kota dan tim GTPP saya meminta maaf. Malam ini, kami di sini termasuk untuk menuntaskan solusi itu,” jelas Irsan Efendi Nasution.

Mengingat Kenapa lokasi ini ditetapkan sebagai lokasi perkuburan khusus, Wali Kota menyampaikan , ini sudah melalui pertimbangan, penelitian dan rapat tim GTPP. Kemudian lokasi ini aset Pemko Padangsidimpuan dan sejak awal untuk lokasi perkuburan.

“Petugas pemakaman dan kendaraan selalu disterilkan. Mulai dari menuju rumah sakit, saat membawa jenazah, pemakaman, dan setibanya di tempat karantina. Pakaian dibakar, orang dan kedaraannya disterilisasi,” jelas Irsan Efendi Nasution.

Selanjutnya warga menyetujui pemakaman jenazah dilakukan. Kemudian enam perwakilan itu menyampaikan hasil keputusan rapat kepada warga masing-masing, dan minta kepada Wali Kota, Kapolres dan Dandim 0212/TS meng agendakan pertemuan berikutnya.

Pantauan di lapangan, sekira pukul 22 30 wib, akhirnya rombongan mobil pembawa jenazah diperbolehkan untuk melanjutkan ke pemakaman yakni melaksanakan penguburan jenazah, masyarakat yang terkonsentrasi dalam kerumunan juga membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing. ( FBN 050 )

%d blogger menyukai ini: