10/02/2022
Post Visitors:45

FBN – NIAS BARAT | Penanganan laporan kasus penganiayaan atas nama Awal Oktober Hia (22), yang terjadi pada tanggal 11 Juli 2020 di Desa Sitolubanua Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, diduga dilakukan oleh pelaku berinisial LD dan kawan-kawannya, saat ini sedang tahap penyidikan. Sejumlah orang telah diperiksa dan diminta keterangannya.

Hal itu dikatakan Kapolsek Sirombu Ipda Osiduhugo Daeli, kepada awak Media pada Senin (10/08/2020), di Markas Polsek Sirombu.

“Perkara penganiayaan atas nama Awal Oktober Hia itu sedang kita proses. Beberapa hari lalu, ada beberapa orang / saksi telah kita periksa atau dimintai keterangannya”, ujarnya.

Dikatakan Osiduhogo, bahwa perkara penganiayaan tersebut terus dilakukan pengembangan karena pihaknya telah mendapatkan bukti permulaan yang cukup.

“Karena pihak kita telah mendapatkan bukti permulaan yang cukup, maka perkara penganiayaan ini telah kami tingkatkan ketahap penyidikan”, ujarnya.

Pada pemberitaan media fokusberitanasional.net sebelumnya, akibat kekerasan atau penganiayaan tersebut korban mengalami trauma dan Orangtua korban meminta Kepolisian Sektor Sirombu menangkap pelaku kejahatan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. (Baca : Korban Penganiayaan Di Desa Sitolubanua Trauma, Keluarga Minta Keadilan).

Ketua Komcab LP.K-P-K Kab. Nias Barat Aminudin Hia, SE. menyampaikan agar marwah hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 Subs. Pasal 351 dari KUHPidana dapat ditegakan untuk menghindari perkara meluas serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban pada masa New Normal.

“Kalau kita analisa kejadian penganiayaan itu sungguh disesalkan, tanpa ada salah korban, pelaku melakukan kekerasan atau penganiayaan yang dinilai hampir menghilangkan nyawa orang lain. Untung pada waktu itu korban bisa melarikan diri, kalau tidak nyawanya terancam”.

Lanjutnya, apakah itu satu pertanda ada preman di wilayah Kecamatan Lahomi, “Ya hal tersebut tentu realita yang bisa menjawabnya jadi kita sangat mengharapkan ada penanganan serius dari pihak Kepolisian”, ujarnya.

Tanpa ada pembinaan kepada pelaku kejahatan dikhawatirkan akan mengulangi kembali perbuatannya baik pada korban dan atau mencari mangsa berikutnya.

“Perkara ini sangat diharapkan atensi Kepolisian untuk mengungkapnya jangan sampai meluas dan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pada masa new normal ini. Yang salah harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di Negara Indonesia”, ungkapnya mengakhiri. [AH].

%d blogger menyukai ini: