01/28/2023
Post Visitors:90

NUSA TENGGARA BARAT – FBN || Pencabutan kendaraan di jalan yang dilakukan oleh Debt Colector atau pihak ketiga yang mengatasnamakan suruhan dari PT. Smart Multi Finance yang terjadi pada tanggal 26 juni 2020 berbuntut panjang dan akhirnya menyelesaikan persoalan tersebut di badan penyelesaian sengketa konsumen (BPSK) Mataram.

Lembaga Bantuan Hukum Komunitas Pengawas Korupsi NTB (LBH L-KPK NTB) tidak tinggal diam mengambil andil untuk mendampingi konsumen atas nama Ibu Hafsah untuk menyelesaikan masalah jaminan fidusia yang yang dicabut oleh pihak ketiga suruhan dari PT. Smart multi finance berupa satu unit kendaraan mobil jazz dengan nomor polisi DR 1846 S milik ibu Hafsah karena menunggak selama empat bulan dampak dari pandemi Covid-19.

H.Junaidi selaku ketua LBH L-KPK NTB menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Mataram yang telah memfasilitasi persoalan sengketa tersebut dengan pihak Finance sehingga persoalan jaminan fidusia itu bisa diselesaikan secara mediasi.

di dalam proses penyelesaian sengketa konsumen ini Sahril, SH. selaku penerima kuasa dkk menambahkan, bahwa proses yang kami lalui sangat alot sehingga sidang yang kami jalani sampai tiga kali pertemuan sehingga menemukan kata sepakat dan damai serta menyepakati apa yang menjadi kesanggupan kedua belah pihak baik konsumen maupun pihak perusahaan, yang tertuang dalam surat perjanjian perdamaian nomor perkara: 12/BPSK/VII/2020 sehingga kendaraan beserta BPKB itu bisa diserahkan langsung oleh Bapak Agung Ambara selaku Kepala cabang PT. Smart Multi Finance Mataram di kantor BPSK Mataram Rabu 5 agustus 2020 yang disaksikan langsung oleh para Ketua majelis dan anggota. ( Red)

You cannot copy content of this page

%d blogger menyukai ini: