Lembaga KPK Pertanyakan Anggaran Dana CSR Kab. Bekasi, Kemana dan Untuk Siapa ?

53

KAB. BEKASI, FOKUS BERITA NASIONAL | Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah Kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara.

Terdapat ribuan Pabrik Industri hingga mendapat julukan KOTA INDUSTRI. Dengan berbagai macam hasil industri dengan beragam jenis, baik migas, non migas garmen, makanan, elektronik spare part dan lain sebagainya.

Jutaan tenaga kerja lokal maupun impor, dapat bekerja di Kabupaten Bekasi, Bekasi juga di sebut sebagai penopang pendapatan Ibu kota Jakarta.

Terlepas dari itu semua, perusahaan tersebut tentunya memiliki dan mengeluarkan anggaran yang biasa di sebut CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) Tanggung jawab sosial perusahaan.

Hal ini patut di pertanyakan,
Kemanakah dana CSR tersebut..?
Di peruntukan apakah dana tersebut…?
Siapakah yang mempunyai kewenangan dan kebijakan dalam pengguaanya…?
Masyarakat Kabupaten Bekasi perlu mendapatkan kejelasan, sehingga dana CSR tersebut dapat di rasakan keguanaanya oleh masyarakat Kabupaten Bekasi yang merupakan Hak masyarakat.

Dana CSR tersebut tentunya dapat di guanakan untuk menunjang pembangunan Kabupaten Bekasi baik infrastruktur, sosial, budaya maupun agama.

Dikatakan Rahmat Hidayat, Humas Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi, LKPK Kabupaten Bekasi, Kamis (22/8/19. Kami berharap dalam pengelolaan dana CSR dapat lebih transparan demi terciptanya Kabupaten Bekasi “BEKASI BERSIH BEKASI BARU“.
Karena selama ini kita hanya tahu anggaran yang di gunakan untuk mem bangun semua bersumber dari anggaran Pemerintah dengan menggunakan anggaran APBD, APBN, APBDes, dan Banprov.

Hampir tidak pernah terdengar seperti apa penggunaan anggaran dana CSR. Lembaga KPK juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan pembenahan dan segera melakukan audensi dalam kebijakan penggunaan dana CSR tersebut, demi tercapainya pembangunan yang merata di segala bidang untuk masyarakat Kabupaten Bekasi, tutupnya.

Reporter: Latif