Limbah Oil Spill di Pantai Utara Cemarajaya Karawang Camat Beserta Kapolsek Cibuaya Turun Kelokasi

54

KAB. KARAWANG, FOKUS BERITA NASIONAL | Tumpahan minyak mentah (crude oil) yang berasal dari kegiatan eksplorasi Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Blok YY A, lepas Pantai Cilamaya, Kabupaten Karawang, semakin mengarah ke bagian barat. Salah satunya, terlihat mengendap di pesisir Pantai Sedari, Cemarajaya, Sungaibuntu Kecamatan Cibuaya.

Akibat ceceran minyak pesisir pantai tersebut, para nelayan tidak beraktifitas
Ketua Kelompok Nelayan Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Cakim, mengatakan, banyak nelayan yang khawatir dengan kondisi ini. Sebab, ceceran minyak mentah ini, telah mencemari perairan yang menjadi lokasi mencari rajungan dan ikan bagi para nelayan. “Mulai hari minggi para nelayan tidak beraktivitas,” ujar Cakim, kepada Fokus Berita Nasional, Selasa (23/7/19).

.Adapun jumlah nelayan di Cemarajaya ini, mencapai 180 orang. Terdiri dari 60 juragam kapal, serta, 120-nya merupakan ABK, dari hari minggu tidak bisa beraktifitas lagi, ada nelayan mencoba memberanikan diri namun tangkapannya kosong, “ujar cakim.

Menurut para nelayan selain dibibir pantai, tumpahan minyak mentah juga masih terlihat mengapung di atas permukaan air laut. Kondisi ini, menyulitkan nelayan untuk menebarkan jaring. “Kalau jaring terkena minyak, sangat susah membersihkannya. Karena lengket,” pungkasnya Cakim.(23/7/19)

Sementara” Vice President Relations Pertamina PHE ONWJ, Ifki Sukarya, mengundang para nelayan dan penambak bertempat di Kantor desa Cemarajaya, yang dihadiri Camat Cibuaya (ARISANDI.SSTP.MSi ) beserta jajarannya, Kapolsek Cibuaya IPTU. A. YADI SURYADI beserta Anggotanya hadir pula Dan Dim. Dan Ramil beserta anggotanya,
Ifki mengatakan untuk penanganan risiko pencemaran lingkungan, Pertamina bekerjasama dengan TNI AL, Satpolairud dan Pokwasmas “Seluruh upaya tersebut sebagai komitmen dan keseriusan Pertamina dalam mengatasi peristiwa di sumur migas lepas pantau tersebut baik dari aspek operasional maupun lingkungan hidup.

Prioritas utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, serta menyelesaikan permasalahan lingkungan di sekitar lokasi” Ifki menjelaskan bahwa Pertamina dan PHE ONWJ juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNI dan Kepolisian, Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, KKKS dan berbagai instansi lainnya. Bahkan beberapa pihak tersebut juga telah melakukan peninjauan untuk memonitor situasi terkini.

Limbag yang sedang mengumpulkan ceceran minyak mentah di sejumlah pantai Kabupaten Karawang. Setelah terkumpul, akan dimusnahkan di PPLI Bogor perusahaan pengolahan limbah ujar Ifki (23/7/19).

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan positif yang diberikan dari semua pihak, baik dari Kapolsek, Dan Dim, Dan Ramil, dan Muspika, maupun masyarakat. Dukungan ini memperkuat upaya maksimal kita sehingga dapat memperkecil dampak peristiwa ini” kata Ifki“

Sementara “Ifki memberikan waktu kepada para nelayan dan para penambak yang di keluhkannya,Diawali oleh Yani nelayan ikan,menurutnya aktifitas kami sehari-hari untuk menapkahi keluga hasil dari menangkap ikan,atas terjadinya ceceran minyak mentah ini, telah mencemari perairan yang menjadi lokasi mencari rajungan dan ikan kami tidak bisa menangkap ikan atau rajungan tumpahan minyak mentah tersebut akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar pantai serta ekosistem laut. agar pihak Pertamina bisa memperhatikan hal ini (terkait kesehatan masyarakat ,” kami mohon kepada bapak untuk membantu kami” ujar Yani,

Ditempat yang sama Asep selaku penambak ikan di hawatirkan air limbah minyak masup ke tambak pasalnya air limbah sudah mulai masuk, sedangkan limbah yang bau menyengat itu bisa mematikan ikan Pihak pertamina harus bertanggung jawab, bila ikan pada mati pungkasnya,

Ifki lebih lanjut menerima keluhan dari nelayan dan penambak,keluhan ini akan kami sampaikan kepada pimpinan pusat,ifki mohon dukungan dan partisipasinya akan di upayakan,

Sementara Camat Cibuaya ARISANDI.SSTP.MSi ” yang baru menjabat 15 hari turut prihatin atas kejadian ini, pihak Pertamina selalu berkoordinasi tentang kegiatan penanganan bocor nya pipa pengeboran ini, baik langkah yang sudah dan akan dikerjakan,saat ini Pertamina beserta jajaran Muspika, Kapolsek, Dan Ramil, beserta intansi terkait, Pihak Pertamina akan tanggungjawab,ujarnya camat cibuaya.

Kapolsek Cibuaya IPTU. A. YADI SURYADI mengucapkan terima kasih atas dukungan positif yang diberikan dari semua pihak, terutama dari para nelayan dan para penambak kami dari pihak kepolisian melakukan isolasi dan pengamanan area sekitar wilayah hukum polsek cibuaya pungkasnya.

Reporter; A.Rachmat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini