Mantapkan Persiapan Siaga Karhutla, Sat Binmas Polres Melawi Gelar FGD dan Simulasi

60

KAB. MELAWI, FOKUS BERITA NASIONAL | Sat Binmas Polres Melawi melaksanakan latihan FGD (Focus Group Discussion) dan simulasi, dalam rangka persiapan siaga hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), di Desa Batu Nanta Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi, Senin (29/7/2019) pagi.

Diadakannya persiapan ini seiring dengan adanya potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), mengingat memasuki musim kemarau, sehingga Satgas Preemtif dan Preventif Operasi Bina Karuna Polres Melawi terus melakukan upaya siap siaga memberantas Karhutla di Wilayah Hukumnya.

Kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dan Simulasi ini dilaksanakan di Desa Batu Nanta Kecamatan Belimbing, Dengan dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Melawi AKP TP. Marbun beserta Anggotanya Aiptu MTL. Tobing, S. Sos dan Brigadir Ngadino, Kepala Desa Batu Nanta, Bhabinkamtibmas Polsek Belimbing Brigadir Anton. A.R, Perangkat Desa Batu Nanta, Tomas, Toga, Todat dan Toda Desa Batu Nanta dan Masyarakat yang hadir sekitar 50 orang.

Kapolres Melawi AKBP. Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si melalui Kasat Binmas AKP Theodorus Pardamean Marbun mengatakan persiapan seperti ini sangat penting dilakukan. Pasalnya berkaca dari kejadian karhutla tahun lalu, dengan titik api di segala penjuru daerah di Kabupaten Melawi. Dengan itu, ia menyatakan telah mempersiapkan segala hal, mulai dari peralatan yang saat ini sudah mempuni, hingga sumber daya manusianya yang telah dilatih untuk menghadapi berbagai kondisi.

“Kita sudah siapkan semua peralatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, baik dari instansi Pemerintahan dan pihak terkait, dari pihak perusahaan pun sudah menyiapkan peralatan pemadaman api dan embung air. Disisi peralatan telah memadai, Manusianya juga harus terlatih, sehingga ketika terjadi kebakaran mereka sudah tahu, regunya siapa, tugasnya apa, dan bagaimana kerjanya sehingga bisa cepat antisipasi terhadap karhutla,” jelas Marbun saat ditemui di lokasi latihan.

Sementara untuk hambatan yang kerap dialami dalam menangani karhutla setiap tahunnya, yakni sulitnya mendapatkan sumber air. Namun hal tersebut saat ini diakui tidak menjadi masalah. Mereka sudah berkoordinasi dengan Pihak Perusahaan Kelapa Sawit di Kabupaten Melawi untuk melakukan galian membuat embung di sekitar perkebunan kelapa sawit yang ada, yang nantinya akan digunakan sebagai penampungan air. “Sehingga kalau nantinya kesulitan air, bisa diantisipasi. Sementara untuk hambatan yang lainnya masih belum ada sampai saat ini,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan karhutla, untuk ikut memantau kondisi sekitar dan ikut berperan dalam memberantas Karhutla.

Ditempat berbeda, Kabag Ops Polres Melawi AKP Dedy F. Siregar, S.IP., M.A.P menuturkan bahwa mereka terus melaksanakan kegiatan pencegahan Karhutla di Wilayah Hukum Polres Melawi. Dirinya juga mengaku, permasalahan karhutla menjadi atensi bagi pihak Kepolisian saat ini.

“Kami telah melaksanakan berbagai kegiatan mau itu sosialisasi kemasyarakat secara langsung, himbauan melalui media spanduk dan penempelan Pamflet himbauan bapak Kapolres Melawi. Untuk melakukan pencegahan secara berkelanjutan, Kami juga melaksanakan patroli bersama. Tentunya dengan bantuan pihak terkait,” ujar Kabag Ops.

“Upaya preventif yang dilakukan dengan cara memasang spanduk-spanduk peringatan kepada masyarakat, agar tidak membakar lahan. “Personil untuk memonitor karhutla pun sudah dibentuk untuk melakukan patroli, bersama kita mencegah terjadinya karhutla di Kabupaten Melawi,” ajaknya.

Reporter: Didik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini