08/17/2022
Post Visitors:110

FBN – TANGERANG BANTEN || Program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) salah satu Program Pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas kesejahtraan masyarakat, terutama keluarga yang masuk katagori miskin.

Namun sangat disayangkan, Program tersebut dijadikan lahan bisnis oleh oknum oknum BRILink yang ikut menyalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), padahal menurut Aturan harusnya E Waroeng sebagai Agen resmi penyalur BPNT kepada KPM.

Para pemilik E Waroeng berharap kepada Pemerintah, terutama Dinas terkait dan BRI segera menertibkan supaya tidak terjadi persaingan dagang yang tidak sehat antara BRILink dan E Waroeng sebagai Agen resmi.

Ojin salah satu pemilk E Waroeng di Desa Sidoko Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Banten, berharap kepada Pemerintah dan BRI untuk menertibkan BRILink yang melakukan penyaluran Program BPNT, karena berpotensi terjadinya pengkolektipan Kartu ATM milik KPM.Kamis 03/09/2020.

” Saya berharap kepada Pemerintah, teruma Dinas terkait dan BRI supaya bisa menertibakan, karena banyak BRILink yang ikut menyalurka kepada KPM, seharusnya E Waroeng sebagai Agen resmi, bahkan di Desa Sidoko ini ada beberapa BRILink yang sampai sekarang masih berjalan, dan melakukan pengkolektipan kartu ATM milik KPM ”, jelasnya.

Saat dikonfirmasi Paisal TKSK Kecamatan Gunung Kaler, terkait maraknya BRILink yang ikut menyalurkan BPNT kepada KPM dan pengkolektipan Kartu ATM, Paisal menyangkal bahwa sudah lama tidak ikut campur urusan BPNT.

” Saya sudah lama tidak berkecimpung urusan BPNT, sekarang Roni yang pegang, wslaupun SK masih saya, dan saya juga sudah tidak ambil honor saya makanya saya tidak tahu ”, ujarnya.

(Syarifuddin)

%d blogger menyukai ini: