Meikarta Seret Anak Buah Bupati Non Aktif, Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara 

56

BANDUNG, FOKUS BERITA NASIONAL.COM | Anak buah Bupati Bekasi Non Aktif Neneng Hasanah Yasin (NHY) Divonis 4 Tahun 6 Bulan. 4 orang pejabat papan atas Kabupaten Bekasi juga divonis bersalah dalam perkara suap perizinan mega proyek Meikarta.

Keempatnya mendapatkan vonis yang sama 4 tahun 6 bulan, oleh Hakim Ketua Tardi SH di Ruang sidang Pengadilan Negri Tindak Pidana Korupsi Bandung Jalan LL RE Martadinata Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/5/2019).

Keempat terdakwa yakni, Jamaludin Kepala Dinas PUPR, Dewi Tisnawati Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sahat Maju Banjarnahor Kepala Dinas Damkar dan Neneng Rahmi Nurlaili Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam putusannya, Majelis hakim Tipikor yang di pimpinan Tardi, SH menyatakan, keempat terdakwa terbukti secara syah dan meyakinkan telah melakukan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama terkait Peerizinan Mega Proyek Meikarta.

Empat pejabat papan atas divonis dengan hukuman yang sama 4 tahun 6 bulan penjara dan dengan denda sebanyak Rp. 200 juta atau dengan subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Bupati Non Aktif Neneng telah divonis 6 tahun penjara dengan denda Rp250 juta atau dengan subsider 4 bulan kurungan.

Hakim menyatakan, baik Neneng Hassanah Yasin maupun 4 anak buahnya terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi. Neneng dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Vonis terhadap anak buah Neneng ini lebih rendah ketimbang tuntutan Jaksa KPK, yang menuntut ke-empatnya dengan hukuman selama 6 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta dengan subsider 3 bulan kurungan (red**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini